200 ANAK MUDA, Ikuti Seminar Pra Nikah

22-F.ERY. Anggota DPRD Kota Dumai H Edi Sepen SPdI beserta panitia kegiatan seminar pra-nikah baru-baru ini di Bukitkapur.DUMAI  — Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Dumai mengelar kegiatan seminar sehari tentang membina mahligai rumah tangga bertema Menjemput Cinta Raih SAMARA , Ahad (20/3). Kegiatan spesial bagi anak muda, terutama mereka yang akan membina rumah tangga ini dihadiri sekitar 200-an anak muda Kota Dumai telah siap menikah hari itu diberi pengetahuan sebelum melangkah ke-pernikahan.

Hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD Dumai H Edi Sepen SPdI, FKUB Dumai H Azhar Yazid SPdI Kepala KUA Bukitkapur, Nuzul Taufik Sekretaris Kelurahan Bukitnenas, tokoh agama serta masyarakat.

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Dumai, Hj Erlinda SE Ak dalam sambutan seminar yang bertema Menjemput Cinta Raih SAMARA mengucapkan terimakasih keseluruh pengurus BPKK Bukitkapur dan anggota DPRD Edi Sepen.

“Beliau telah membantu secara aktif kegiatan ini, yang bersamaan dengan kegiatan reses beliau (Edi Sepen, red),” ujar Erlinda. Kegiatan ini bagian dari khidmat PKS Dumai dalam rangka memberi pembekalan pra nikah pada kawula muda.

Dengan telah siap untuk membina kehidupan berumahtangga, dengan harapan setelah mengikuti seminar ini para kawula muda akan memahami betul konsekwensi berumahtangga. “Pada akhirnya kehidupan berumahtangga yang akan dijalani nanti akan Sakinah Mawaddah, Warohmah (SAMARA),” sambung mantan dosen AKRI ini. Data Pengadilan Agama Dumai menunjukkan tingkat perceraian mencapai angka yang sangatmemprihatinkan, yaitu 549 berkas perkara. “Per Desember 2015 lalu hal ini terjadi tentunya karena antara suami dan isteri belum memahami secara utuh hakikat berumahtangga,” tambah Erlinda.

Seminar ini diikuti antusias para peserta. Dalam penyampaiannya pemateri Agustiawan ST acap membubuhi dengan visual video. Ini membuat seluruh peserta hanyut dan focus mengikuti seminar. Agus, begitu ia disapa,banyak memberi tips dan motivasi menikah pada para audiens. Ia mengharapkan seluruh peserta hadir tidak mendahului pernikahan dengan proses pacaran, melainkan proses taaruf yang melibatkan orang tua kedua belah pihak.”Banyak pemuda memulai pernikahan dengan proses pacaran, dan  pada akhirnya pernikahan yang dilakukan karena MBA (merid by accident),” tutup Presiden Genpro Chapter Dumai ini.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *