300 Perserta Ikut Melibatkan Diri Jung Titis (Sampan Layar) Pesona Meranti

sampan layarSELATPANJANG -Dalam meningkatkan Prestasi Kebudayaan dalam bidang olahraga tradisional serta membangun perkembangan wisata bahari yang juga membangun potensi ekonomi kawasan pesisir di Kabupaten Kepuluan Meranti, jika tidak ada aral melintang, rencananya Festival Jung Titis (sampan layar) akan di gelar pada 29 November 2015 mendatang.

Festival ini akan diikuti sekitar 300 peserta dari seluruh kecamatan Kabupaten Kepulauan Meranti. Demikian diungkapkan Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kabupaten Kepulauan Meranti, Zubiarsyah, Minggu (23/11/2015).

Menurut Zubiarsyah, Festival ini digelar untuk meningkatkan prestasi kebudayaan dalam bidang olahraga tradisional di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia berharap adanya iven tersebut bisa meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap wisata bahari dan meningkatkan potensi ekonomi di kawasan pesisir.

“Rencananya acara ini akan digelar di Pantai Beting Beras, Desa Kuala Merbau Kecamatan Pulau Merbau, karena pantai itu kami anggap cocok untuk acara ini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, sebenarnya sejak dulu, masyarakat Meranti memang sudah akrab dan mengenal jenis kapal layar ini sejak tahun 1960, namun sejak tahun 1970, tradisi masyarakat pesisir ini tidak dilanjutkan lagi. Menurutnya, iven ini juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya masyarakat pesisir yang telah lama hilang. “Hal ini akibat gempuran kebudayaan asing dan modernisasi sehingga generasi muda menjadi kehilangan pijakan dalam kebudayaannya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Komisi B, Kabupaten Kepulauan Meranti, Darsini mengatakan, untuk menunjang perkembangan pariwisata dengan sarana pendukung seperti toilet umum, sarana ibadah dan fasilitas lainnya. Ia mengungkapakan, Kecamatan Pulau Merbau banyak terdapat destinasi wisata alam berupa pantai, seperti Pantai Beras Beting Beras.

Selain itu ia mengungkapakan, seharusnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam melaksanakan proyek pengerasan jalan, memasukan jalan menuju destinasi wisata sebagai salah satu prioritasnya. Sementara, untuk membangun sarana dan prasarana di Objek Wisata, ia akan membahas dalam rapat komisi pada tahun 2016 mendatang. “Insyaallah tahun 2016 mendatang akan kami ajukan dalam pembangunan rumah ibadah dan toilet di Pantai Beting Beras,” ujarnya.

Sementara itu, ketua panitia, Ricky Kurniawan ketika dikonfirmasi tepat dihalaman kantor Bupati Kabupaten Kepuluan Meranti, Senin Pagi (23/11) mengatakan, festival sampan layang atau yang lebih dikenal oleh masyarakat pesisir dengan Jung merupakan pertama kali diadakan pasca berdirinya Kabupaten Kepulauan Meranti yang sebelumnya bergabung dengan Kabupaten Bengkalis.

Ricky mengatakan, dibalik kegiatan ini tak hanya memperkenalkan budaya ataupun wisata budaya. Namun dapat mendongkrak ekonomi masyarakat di Kabupaten Meranti, khususnya di Kecamatan Pulau Merbau. Pihaknya berharap dengan kegiatan tersebut, dapat didukung oleh semua pihak. Baik masyarakat maupun pemerintah, serta pelaku pariwisata yang ada di daerah ini.

Dikatakan Ricky, sebagai kegiatan perdana yang akan digelar, tentu masih banyak kekurangan yang harus dihadapinya. Salah satunya masalah biaya. “Kegiatan ini membutuhkan modal tak sedikit. Tapi itu bukan merupakan sebuah kendala bagi kami untuk mengadakannya. Insya Allah, dengan niat dan tujuan yang jelas, maka segala kekuarangan dapat ditutupi. Hal ini berkat dukungan serta semangat teman-teman yang akan mensukseskan acara ini nantinya,” ujar Ricky.

Ditempat terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, H Ismail Arsyad menyatakan akan mendukung secara penuh atas diadakan kegiatan tradisional itu. Menurutnya, kegiatan yang bersifat mengangkat kearifan lokal patut mendapatkan dukungan dari pemerintah. “Bagaimana pun juga, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian pemuda setempat untuk mempertahan budaya tradisional masyarakat Melayu dan wajib hukumnya, mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah,” kata pria yang akrab disapa ayah itu.(Fr3)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *