Abrasi Mengancam Pulau Bengkalis, Eddy Yatim: Masalah Besar Berkaitan Kedaulatan Negara

Ketua Komisi V DPRD Riau dari Dapil Bengkalis, Dumai Meranti, Eddy A Mohd Yatim menerima aspirasi dan keluhan masyarakat Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis terkait abrasi.

FULLRIAU.COM  – Ketua Komisi V DPRD Riau dari Dapil Bengkalis, Dumai Meranti, Eddy A Mohd Yatim menerima aspirasi dan keluhan masyarakat Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis terkait abrasi.

Desa yang berada paling ujung timur pulau Bengkalis dan berbatasan langsung dengan Selat Melaka itu mengalami abrasi yang sangat parah.

Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin, menyampaikan aspirasi warganya dalam kegiatan reses tersebut dan meminta adanya solusi dari pemerintah.

“Baru beberapa hari lalu kami duduk dekat pinggir pantai bersama staf ahli Menteri KLH. Ternyata saat ini, tempat kami duduk itu sudah disapu abrasi dan masuk ke laut. Itulah kondisi yang kami alami,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Eddy Yatim mengatakan, meskipun persoalan abrasi ini tidak berada pada komisinya, ia tetap akan memperjuangkan supaya ada solusinya.

“Sebagai wakil rakyat Dapil Bengkalis, Dumai dan Meranti, saya akan carikan solusinya. Ini masalah besar berkaitan dengan masalah kedaulatan negara. Karena berada pada daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga,” ujar Eddy Yatim.

Menurut Eddy Yatim, persoalan abrasi ini penanganannya memerlukan biaya yang besar. Tidak hanya pulau Bengkalis, pulau Rupat dan juga Rangsang di Kabupaten kepulauan Meranti mengalami hal yang sama. Baik kabupaten atau pun provinsi belum bisa menanganinya secara tuntas berhubung biaya yang terlalu besar.

“Untuk membangun tanggul pemecah gelombang bibir pantai itu biayanya sangat besar. Kabupaten dan provinsi hanya bisa mengadakan itu beberapa ratus meter saja secara bertahap. Karena itu kita perlu dukungan pusat untuk bisa mengantisipasi agar tidak semakin membahayakan,” tukasnya. ***
Editor: Wadami

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *