ABRASI PARIT TIUNG Tiga Organisasi Mapala Tanam Mangrove

magrove21BENGKALIS- Abrasi yang terjadi di pantai Parit Tiung Desa JangkangKecamatan Bantan, benar-benar memperihatinkan. Diperkirakan 20 meter daratan terjun ke laut setiap kali musim Timur (ombak) kuat menerjang. Tidak hanya bangunan yang berada di bibir pantai, sejumlah tanaman masyarakat seperti sawit dan lainnya juga disapu ombak.

Lajunya abrasi yang menerjang pantai yang berhadapan langsung dengan selat Melaka ini disebabkan tekstur tanah di lokasi tersebut tanah gambut. Hampir setiap kali ombak besar menerjang, ada saja bongkahan tanah yang terjun ke laut.

Prihatin dengan kondisi tersebut, tiga organisasi Mahasiswa Pecinta Lingkungan (Mapala) melakikan aksi penanaman mangrove di bibir pantai. Diharapkan, pohon mangrove tersebut bisa sedikit menghambat lajunya abrasi.

“Setelah kami lihat langsung abrasi di Parit Tiung memang kondisinya sangat memperihatinkan, harus ada langkah cepat untuk mengatasi lajunya abrasi, jika tidak bukan mustahil Parit Tiung hanya tinggal nama,” ujar Ketua Mapala Lakasamana Politeknik Negeri Bengkalis M Supardi, Senin (22/2).

Melihat kondisi tersebut, Minggu (21/2) lalu, tiga organisasi Mapala, masing-masing Mapala Politeknik, Mapala STIE Syariah Bengkalis dan Sespala Lentera SMA 2 Bengkalis, melakukan aksi tanam mangrove dan aksi bersih-bersih pantai.

“Ada 150 bibit mangrove yang kami tanam menggunakan dua cara. Pertama, bibit mangrob ditanam mengguakan pancang, kedua menggunakan bambu yang dibelah lalu dikatupkan lagi seperti paralon,” ujarnya.

Dua teknik penanaman tersebut hasil konsultasi dengan masyarakat setempat, yang sebelum ini melakukan penanaman dengan teknik tersebut. Pihaknya akam terus memantau perkembangan di lapangan apakah berhasil atau tidak.

“Yang kita tanam memang baru 150 batang, belum dalam kapasitas besar. Artinya, ini baru pilot project, kalau berhasil akan kita tanam lebih banyak lagi,” sebut Ardi.

Terpisah, tokoh masyarakat desa Jangkang, Mahzum S.Ag menyambut baik aksi para mahasiswa Mapala tersebut. Walau kemungkinan tingkat keberhasilan penanaman mangrove tersebut kecil, namun setidaknya para mahasiswa tersebut sudah memperlihatkan kepeduliannya terhadap lingkungan.
“Kita sampaikan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa, mudah-mudahan aksi penanaman bibit mangrove berhasil. Jika pun bibit mangrove ini tidak sampai membesar, harapan kami terketuk hendaknya para pengambil kebijakan di negeri ini untuk mengambil langkah nyata untuk mengatasi abrasi ini,” harap Mahzum.

Seperti disampaika sebelumnya, karena panta Parit Tiung berhadapan langsung dengan Selat Melaka dan menjadi sasaran hantaman ombak besar saat musim utara, tipis harapan penanaman bibit mangrove akan berhasil. Untuk itu, dirinya menyarankan, selain penanaman mangrove cara lain seperti membuat pemecah ombak juga harus dilakukan. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *