Akhirnya, Kejari Meranti Tahan Ketua Yayasan UKM

merantiSELATPANJANG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti lakukan penahan terhadap Ketua Yayasan Meranti Bangkit Nazarudin Atan, atas dugaan mark-up pengadaan alat kantor Universitas Kepulauan Meranti (UKM), yang saat ini terlihat terbengkalai.

Proses penahanan itu berawal dari pangilan serta pemeriksaan penyidik Kejari Meranti, yang didampingi oleh penasehat hukumnya pada Rabu (28/9) pagi hingga sore.

Setelah menjalani pemeriksaan hampir seharian penuh, Nazarudin Atan tampak keluar dari ruang penyidikan menuju ke mobil tahanan Kejari. Nazarudin akan dititipkan ke Rutan Selatpanjang jelang menjalani persidangan di PN Tipikor, Pekanbaru.

“Kami melakukan penahanan selama 20 hari untuk memudahkan penyidikan. Tersangka tidak kami tahan di sel Kejari karena kami tidak memilki personil untuk mengawasi tersangka,” ujar Kasi Pidsus, Kejari Kepulauan Meranti, Roy Modino.

Roy menjelaskan, sebelum dilakukan penahanan terhadap Nazarudin Atan, penyidik juga telah memeriksa mantan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Masrul Kasmy. Namun Roy masih enggan menyebutkan apa keterlibatan Masrul Kasmy dalam kasus mark up alat kantor UKM ini.

“Tadi pagi mereka berdua (Nazarudin dan Masrul Kasmy) sempat bertemu di ruang penyidik. Masrul Kasmy kami periksa selama 4 jam,” ujarnya.

Ketika ditanya keterkaitan Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir dalam kasus tersebut, Roy Modino mengaku belum mendapat keterangan dari para tersangka dan saksi. Ia juga mengatakan tidak menutup kemungkinan jika penyidik akan memanggil Irwan Nasir, jika keterangan Nazarudin ataupun Masrul Kasmy mengarah ke bupati.

Menurut Roy, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap sejumlah saksi terungkap bahwa proses aliran dana bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp 1,2 miliar ke Yayasan Meranti Bangkit pada 2011 silam tidak dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Roy mengatakan, meski para saksi mengaku tidak mengetahui aliran dana itu, namun berdasarkan SK dan tugas yang begitu besar, tidak menutup kemungkinan adanya indikasi keterlibatan orang lain.

“Tidak melalui Sekretariat, bahkan tidak melalui Tim Verifikasi, namun dana tersebut bisa cair,” bebernya.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *