AKHIRNYA! Warga Rohul Korban Penganiyaan Meninggal Dunia

meninggal-duniaDURI -Ferry Takari (51) warga Kabupaten Rokan Hulu yang mengalami penganiyaan, Rabu (7/12) lalu, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Mandau, Kabupaten Bengkalis setelah mendapatkan perawatan intensif dan beberapa kali naik ke meja operasi. Korban mengalami luka cukup serius setelah mendapatkan penganiyaan menggunakan senjata tajam dan telah mendapatkan perawatan namun nyawa korban tak dapat diselamatkan lagi.
Sebelumnya korban Ferry Takari (51) yang mana merupakan warga Kabupaten Rokan Hulu yang mana telah terjadi tindakan penganiyaan hingga korban mengalami luka cukup serius pada hari Rabu (7/12) sekitar pukul 12.00 WIB berlokasi di perkebunan kelapa sawit Tani Dusun Ampuh Pukat III, Desa Buluh Manis, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Keributan yang telah terjadi sejak kedatangan korban Ferry dengan pihak perusahaan. Keributan tadi pun berlanjut hingga kepada penganiyaan yang mana korban mengalami luka serius akibat sabetan benda tajam pada bagian tubuhnya. Korban oleh Bhanbinkamtibmas dan Bhabinsa setempat langsung dilarikan ke RSUD Mandau untuk mendapatkan perawatan intensif. Kini korban masih dalam perawatan pihak medis.
Sementara itu saat dikonfirmasi kepada Direktur RSUD Mandau, dr Ersan melalui Humas RSUD Mandau dr Ranggan Moendanoe, Selasa (13/12) mengatakan pasien yang bernama Ferry Takari masuk ke RSUD Mandau pada Rabu (7/12) sekitar pukul 18.25 wib. Saat itu pasien sudah dalam keadaan terluka disekujur tubuhnya.
“Setelah mendapatkan sekitar tiga kali operasi dan perawatan pihak Rumah Sakit, akhirnya nyawa pasien tidak tertolong lagi dan pada Minggu (11/12) sekitar pukul 09.00 wib pagi pasien menghembuskan nafas terakhirnya. Kalau dilihat pada tubuh pasien luka yang cukup fatal itu pada bagian dada dan juga perut. Pihak rumah sakit telah melakukan tindakan medis serta pasien telah naik kemeja operasi sekitar tiga kali. Pasien banyak kehilangan darah pada luka yang cukup lebar di dada dan perut pasien. Pasien telah dibawa oleh pihak keluarga untuk segera dimakamkan, “terang dr. Rangga Moedanoe.
Sementara itu Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono juga membenarkan bahwa korban Ferry Takari yang mana korban penganiyaan yang sempat di rawat di RSUD Mandau beberapa hari telah meninggal dunia.
“Pihak Kepolisian akan terus mengejar palaku karena tindakan penganiayaan tersebut korban akhirnya meninggal dunia. Untuk identitas diduga pelaku sudah ada indikasi identitas nya dan kami pihak kepolisian akan terus mengejar pelaku nya, “jelas AKBP Hadi Wicaksono. (*/FR)
Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *