Aksi Serang Kantor Satpol PP: 3 Personil Jadi Bulan-bulanan, Satu Koma. Ehhh.. Cukup Minta Maaf

1-FT YANDI salah satu petugas satpol PP pekanbaru menunjukkan pos jaga yang i rusaki paska kejadian penyerbuan 30 oknum Sabhara Polda riau Selasa dini hariPEKANBARU – Apapun alasannya ini adalah tindakan tidak terpuji. Pasalnya, tiga  personil dari satuan polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru jadi korban penganiayaan yang terjadi Selasa (1/11) dini hari kemarin. Diduga pelaku penganiayan ialah personil dari Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polda Riau.

Saat ini, satu dari tiga korban penganiayaan yang dilakukan oleh 30 oknum polisi tersebut dalam kondisi Koma dengan patah tulang di bagian leher, lengan dan leher dan hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Awal Bros Pekanbaru. Sementara itu, dua rekan Nuryahya, Nofriadi Eka Putra dan Yulfendri mengalami luka memar dibagian muka dan lengan.

Mengejutkan, dikening korban Nofriadi Eka Putra seperti ada bekas sulutan api rokok. Kejadian bermula ketika ada seorang salah satu keluarga dari anggota Sabhara Polda Riau terjaring razia rutin yang dilakukan Satpol PP Kota Pekanbaru diseputaran Purna MTQ Kota Pekabaru. Adik salah satu oknum ini saat didata meminta dibebaskan lalu menelpon abangnya yang merupakan anggota Sabhara Polda Riau tersebut.

1-FT YANDI Nuryahya, Personil Satpol PP yang menjadi korban pengeroyokan oknum sabhara polda riau saat dirawat Rumah Sakit Awal Bros. kondisinya tidak sadarkan diri (koma,red)“Untuk kita bebaskan tentu kita harus meminta ada orang yang menjaminnya untuk dilepaskan, ketika itu abangnya yang anggota Sabhara datang ke Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru, baru datang dia langsung mencak-mencak dan ketika kita minta KTPnya dia lansung berkata kotor kepada kita, dan dia menuduh kita telah melakukan pemukulan terhadap adiknya,” papar Nofriadi Eka Putra yang juga korban pemukulan kepada wartawan.

Dengan begitu, tidak mau memperpanjang masalah, akhirnya petugas mengabulkan permintaan pelaku untuk melepaskan keluarganya yang diamankan tersebut. Beberapa saat kemudian, masih dalam penuturan Korban Nofriadi, 30 oknum Sahbara Polda Riau itu datang menggunakan motor trail lengkap dengan pakaian seragam dinas. Tanpa basa-basi, oknum anggota Sabhara itu langsung menyerbu dan memukul dirinya dan dua temannya saat berjaga di pos jaga Kantor Satpol PP Pekanbaru.

“Mereka lengkap dengan pakaian dinas, langsung secara tiba-tiba tidak pakai tanya langsung melakukan pemukulan. Kami bertiga di luar pagar,” kata Putra. Dikatakan Putra, usai melakukan pengeroyokan, oknum Sabhara itu sempat meminta maaf kepada dirinya dan dua rekannya. “Kami bertiga babak belur baru mereka pergi, ini tidak bisa meminta maaf begitu saja, soalnya teman saya satu koma, dan satu lagi kena senjata tajam yang kini dirawat di Rumah Sakit Awal Bros,” terangnya.

Tidak hanya dikeroyok, pos jaga Satpol PP Jalan Cut Nyak Dien pun ikut diamuk oknum Sabhara Polda Riau. Terlihat kaca pos penjagaan dan keramik pos jaga pecah, seperti dihantam benda tumpul. Lanjut Putra, Satpol PP Pekanbaru resmi melaporkan aksi penyerbuan yang dilakukan oleh oknum Sabara Polda Riau ke Polresta Pekanbaru.

“Kami sudah melapor ke Polresta, saya dan kawan-kawan sudah divisum di RS Awal Bross,” ungkap Putra. Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian saat dikonfirmasi membenarkan tiga anggotanya dikeroyok 30 oknum Sabhara Polda Riau.

Dia menyebut, pihaknya sudah membuat laporan. “Kita sudah serahkan prosesnya ke Polda Riau, kita tinggal menunggu prosesnya saja,” sebutnya. Mengenai anggota yang luka-luka dikatakan Zulfahmi sudah diobati oleh Satpol PP Pekanbaru. Dan juga perawatan untuk Nuryahya yang kini dalam kondisi kritis. Sementara untuk kerusakan lainnya yang ada di pos jaga, dinyatakan Zulfahmi juga akan diperbaiki. “Saya berharap peristiwa ini tidak akan terulang lagi. Untuk kegiatan razia rutin masih terus kita lakukan seperti biasa,” imbuhnya. (FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *