ALAMAK! Mintak Jatah, Preman Kampung di Tangkap Polisi

7 pelaku kekerasan di amankan -foto anggaDUMAI– Tujuh warga Sungai Sembian itu ditangkap Tim Opsnal Polsek Sungai Sembilan atas dugaan tindak pidana Pemerasan dan kekerasan secara bersama-sama kepada Supir truk, Abdul Murad dan Ponida pemilik angkut pasir. Ketujuh pelaku ditangkap, Selasa (21/3) kemarin pagi ditempat berbeda di kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.

Ketujuh Pelaku itu melakukan pemerasan atau kekerasan secara bersamaan dihadirkan pada Release Pers di Mapolres Dumai. Rabu (23/3) sekira pukul 14.00WIB. ke tujuh pelaku tertunduk menghadap dinding saat di hadirkan diruangan Realese Lantai 2 Mapolres, turut dihadirkan kedua korban menyaksikan hingga usai.

Pada keterangan Pers Kapolres Dumai AKBP Suwoyo SIK MSi melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Sembilan Polres Dumai Ipda Mardani Tohenes Lesa, menjelaskan kejadian itu bermual didepan PT Energi Sejahtera Sinarmas Lubug Gaung, diketahui seorang supir mengangkut pasir ke Perusahaan Energi Sinar Mas dikejar dan di pukuli ramai-ramai.

“Pada Hari Minggu tgl 20 Maret 2016 pukul 10.00 wib telah terjadi pemerasan dengan cara meminta uang parkir secara paksa kepada sopir mobil, karena tidak diberikan maka sekelompok mengaku pemuda mengancam sopir dan pemilik mobil. ” ujar Kanit Reskrim Polsek Sungai Sembilan.Dilanjutnya. Tidak diberikan kemudian kedua korban dipukul secara bersama-sama dan mereka meminta uang sebesar Rp3juta. Atas kejadian tersebut korban melapor ke pihak kepolisian.

Pada hari Selasa tanggal 22 Maret 2016 pukul 11.00WIB Tim Unit Reskrim Polsek Sungai Sembilan dan buser sat reskrim Polres Dumai melakukan penangkapan terhadap 7 orang pelaku yaitu, HB, PE, AF, AM, JE, DH, RI pelaku ditangkap ditempat yang berbeda. Dan pelaku di bawa ke Sat Reskrim Polres Dumai untuk proses dilakukan pengembangan selanjutnya. Dari keterangan Korban kegiatan pungli yang mengancam dan meresahkan para sopir itu sudah dilakukan selama 1 tahun, dia menjelaskan HB (tersangka utama) meminta uang sebesar 3juta sebagai uang lelah dan setiap mobil yang keluar diwajibkan membayar parkir sebesar Rp5000.-informasinya pelaku mengaku uang yang dikutip dari mobil diambil oleh penjaga /pengelola sebesar Rp.2000permobil, dan Rp.3000 disetorkan ke Dinas Perhubungan Dumai.

Kedua korban merupakan sopir dan pemilik mobil saat di visum mengalami luka memar dibadan dan mengalami rasa sakit dibagian gendang telinganya.Atas perbuatan Pelaku dikenakan Pasal 368 Ayat (1) KUHP 9tahun Kurungan dan Pasal 170 KUHP 6tahun Kurnungan. Ketujuh tersangka akan di titipkan ke Rutan Dumai Jalan pemasyarakatan BumiAyu Dumai. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *