ALAMAK,Tiga Oknum Honorer Sudah Ditetapkan Tersangka. Rupanya,…

DUMAI – Tiga oknum honorer Dishub Kota Dumai yang terlibat dalam aksi kekerasan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap supir truk, Selasa (23/8) dini hari kemarin sangata disesalkan.

Wakil Walikota Dumai, Eko Soeharjo ketika dimintai tanggapan terkait hal ini, Rabu (24/8) di Media Center mengatakan pemerintah menunggu proses hukum yang saat ini sedang berjalan di kepolisian.

“Mereka harus dipecat saja, kini biarkan proses hukum berjalan dulu. Jangankan honorer, PNS saja bisa ditindak jika sudah selesai proses hukumnya. Mereka yang terlibat kekerasan bisa di tindak tegas sampai ke pemecatan, nanti petugas yang tidak layak akan di evaluasi, ” ujar orang nomor dua di Kota Dumai ini.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan pihaknya akan memberi sanksi tegas terhadap oknum honorer yang telah berbuat kesalahan, bahkan ancaman paling berat bisa sampai pemecatan.”Saya juga baru mendengar ada terindikasi pungli, jika benar nanti akan kami evaluasi semuanya,” tuturnya.

Tiga orang tenaga honor yang melakukan penghaniayaan itu 1 diantaranya merupakan anak kandung Camat Medang Kampai, Wan Hari (28) anak dari Wan Kamarudin, Ia juga terlibat dan kini tengah dilakukan proses penyelidikan di Mapolsek Dumai Timur.

Camat Medang Kampai, Wan Khamarudin saat dikonfirmasi wartawan membenarkan Wan Hari Suhanda (28) merupakan putranya yang bekerja sebagai honorer Dishub, turut terseret dalam proses penyelidikan di Mapolsek Dumai Timur.

“Mereka bekerja disana, dari keterangan yang saya tahu, terjadi percekcokan saat mobil melintas tidak masuk ke dalam terminal timbangan saat mereka bertugas, sehigga petugas mengejar mobil tersebut sehingga terjadi perkelahian.” ujar Wan Khamarudin.

Wan Khamarudin mengatakan hal itu merupakan tanggung jawab penuh pihak Dishub karena honorer yang bertugas itu tengah menjalankan tugas dan pekerjaanya. Ia juga mempertanyakan pihak Mapolsek yang tidak melakukan proses terhadap supir yang saat itu juga mengunakan besi untuk melakukan pemukulan dan perlawanan.

“Kejadian itu saat mereka bertugas malam dan kejadian ini kita minta Dishub bertanggung jawab dan saya heran, sopir juga ikut memukul petugas honorer mengunakan besi, tapi besinya tidak dijadikan barang bukti (bb),” sebutnya.

Sementara itu, Kepala UPT Terminal Barang Dishub Kota, Indra mengatakan memang ada ketidakdisiplinan dari anggota yang dilapangan saat bertugas. ”Proses hukum selanjutnya, kami serahkan ke pihak kepolisian,” tuturnya.

Seharusnya, mereka tidak melakukan tindak anarkis seperti itu, karena bisa dilakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang ada. ”Jika supir truk tidak mau masuk keterminal, catat plat mereka, laporkan ke perusahaan mereka, bukan bertindak anarkis,” terangnya.

Seperti diketahui, tiga oknum honorer Dishub Kota Dumai, diduga melakukan pengeroyokan terhadap supir truk CPO, Edi Saputra (41) warga Sukarno Hatta Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur. Akibatnya, kepala supir itu mengalami luka robek sebesar 20 centimeter.

Kapolsek Dumai Timur, Kompol Ade Zamrah mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, berawal dari korban yang membawa mobil dump truck melintas depan terminal barang dinas perhubungan. Kemudian supir distop oleh 3 oknum honorer Dinas Perhubungan dan supir dimintai uang sejumlah Rp15 ribu. ”Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masih di proses lebih lanjut,” tutupnya. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *