Antisipasi Kerusuhan Tanjung Balai, Tokoh Agama Rohil Dikumpulkan

rohilBAGANSIAPIAPI— Guna mengantisipasi kerusuhan di Tanjung Balai Asahan tidak sampai terjadi di kabupaten Rokan Hilir, untuk itu pemkab Rokan Hilir langsung mengumpulkan tokoh agama. Mereka menggelar rapat kerukunan umat beragama dan ditandatangani beberapa kesepakatan.

Rapat dipimpim Wakil Bupati Rohil, Drs Jamiluddin, Senin (1/8) di aula lantai 4 kantor bupati lama juga turut didampingi Dandim 0321 Rokan Hilir, Let Kol Arh Bambang Sukisworo B, DPRD, Rasyid Abizar, Kasat Binmas Polres Rohil, AKP Ali Suhud, pihak Kejaksaan, Andreas Tarigan, SH.

Diwawancara usai rapat, Wakil Bupati Rokan Hilir, Drs Jamiluddin mengatakan, kerusuhan Tanjung Balai berdekatan, takut imbasnya terjadi di Rokan Hilir, maka dilaksanakan rapat kerukunan umat beragama, dan telah didahului rapat ditingkat kecamatan.

” Dan agar gaungnya lebih besar tidak cukup rapat digelar ditingkat kecamatan, makanya dilaksanakan pada tingkat kabupaten, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Jamiluddin.

Sebelumnya ditandatangani beberapa butir kesepakatan, pertama, semua Tokoh-tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat untuk dapat menahan diri agar tidak terprovokasi oleh hal-hal yang berbau SARA dan kesukuan yang dapat memicu ketegangan dan kerusuhan sekecil apapun.

Kedua, semua Tokoh-tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat sepakat untuk saling menjaga kerukunan umat beragama dan saling menjaga toleransi beragama. Ketiga, semua Tokoh-tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat sepakat untuk menghimbau kepada seluruh umat beragama dan suku-suku agar menjaga kondisi kondusif serta lebih menghargai keberagaman agama dan kesukuan.

Keempat, Pemerintah dan seluruh anggota Forkopimda Kabupaten Rokan Hilir menghimbau kepada seluruh Tokoh-tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarkat dan masyarakat untuk menjaga kondisi kondusif, menahan diri dari provokasi yang berbau SARA dan kesukuan, agar menciptakan ketertiban, kerukunan, toleransi beragama, dan keberagaman di Kabupaten Rokan Hilir.

Kelima, kepada para Pengkhutbah atau penceramah di Masjid, Gereja, Kelenteng dan tempat-tempat ibadah lainnya agar memberikan pencerahan kepada umatnya dan masyarakat tentang pentingnya saling menghargai keberagaman agama dan suku serta meningkatkan kerukunan. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *