Bandar Bakau Sore Itu! Senja di Gasing Waktu Menetak Gelombang Globalisasi

4DUMAI -Syukuran kesembuhan Datok Darwis Mohd Saleh  pejuang dan penunggu Hutan Bakau (Bandar Bakau) Dumai dikemas agak berbeda dari syukuran lainnya. Dalam tajuk ‘Senja di Gasing waktu menetak gelombang globalisasi’  pentas sajak upah upah Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10) sore menjelang malam, diharapkan bisa membangkitkan kembali ruh kearifan lokal dalam menjaga, merawat dan mewariskan lingkungan serta budaya kepada anak cucu.

Sederhana memang, hanya ada nasi kuning, doa dan pembacaan puisi serta cakap budaya menatap kearifan lokal. Diiringi pecahan gelombang sore Selat Rupat di penghujung senja. Tapi, bagi orang Dumai dengan kesembuhan penunggu Bandar Bakau atau Datuk Darwis sangat berarti untuk melindungi Hutan Bandar Bakau di Jalan Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat dari luluh lantak.

IMG_1589“Ada yang lebih penting lagi pada pertemuan petang hari ini  selain acara sajak, yang paling terpenting dalam acara petang hari ini yakni  membahas tentang pertama mendukung dan menyatukan sebuah visi misi memperjuangkan sebuah nilai tradisi kearifan  lokal.”ujar Tyas AG, Seniman Riau asal Dumai.

3Prosesi ritual Upah-upah dengan doa dan syukur atas  sembuhnya Darwis (PAB) sebagai prosesi ritual atas syukur kepada tuhan yang maha kuasa atas kesembuha Darwis dari sakit yang di alaminya. maka ritual upah-upah merupakan sebuah nazar atas kesembuhannya. Selingan acara Senja di Gasing Waktu Menetak Glombang Globalisasi juga diselingi pentas sajak upah-upah yang tampilkan oleh Agus S.Alam, acara hari ini juga  menampilkan sajak tampa mengunakan konsep sebagai selingan acara setelah prosesi ritual upah-upah dilanjutkan refleksi upah-upah pembacaan sajak di pesisir perairan wisata Hutan Bakau, acara juga tampak Sekjend  Persekutuan Masyarakat Kota Dumai Rizal Akbar.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *