Banjir Pekanbaru, DPRD: Harus Ada Masterplan yang Jelas

foto-banjir-di-kawasan-depan-hotel-furaya-pekanbaru-ini-paling-ramai-di-media-sosialPEKANBARU– Persoalan banjir di Kota Pekanbaru menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemko). Kalangan legislatif berharap hal ini dibenahi dan dicarikan solusinya. Termasuk, membuat perencanaan dan kajian Detail Engineering Design (DED) yang sesuai dengan bentuk dan susunan wajah kota.

Demikian disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Ali Suseno ketika ditemui wartawan Selasa (29/11) kemarin Ia menegaskan tanpa kajian dan masterplan yang jelas persoalan banji tidak bisa terselesaikan.

“Kajian yang kita maksud benar-benar kajian, jangan asal proyek saja. Sekarang kita minta mencari solusi dan tidak saling tuding disini,” katanya.

Menurutnya, kajian penanganan pengendalian banjir salah satunya adalah dengan melakukan pemanfaatan ruang terlebih dahulu. Pemanfaatan ruang harus disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah yang diimplementasikan dalam bentuk peraturan zonasi, perizinan serta sanksi yang diterapkan.

“Sekarang seperti apa kajian tentang masterplan banjir ini, tidak jelas. apa benar sudah sesuai? Jangan pas banjir kita sibuk habis banjir udah dibiarin hilang ditelan waktu. Perhatikan betul kemana aliran airnya mengalir,” ucap Ali.

Aliran air yang dikatakan politisi Hanura ini, yakni kawasan tangkapan air. Menurutnya, sampai saat ini, kawasan tangkapan air belum tersedia. Dia yakin, dengan penataan kawasan tangkapan air, ada dampak yang besar secara alami terhadap keberlangsungan badan air seperti penyediaan waduk, sungai, kanal dan lainnya.

“Bila perlu ini di-Multiyears-kan. Karena persoalan banjir ini lebih penting dan bersentuhkan dengan masyarakat. Tapi betul-betul dengan masterplan yang jelas. Ditata oleh tenaga-tenaga handal dan profesional. Minimal banjir ini berkuranglah, tidak seperti sekarang masyarakat menjerit,” cetusnya.

Selain itu, kawasan resapan air harus difungsikan secara maksimal. Dengan perencanaan penampungan dan peresapan air hujan ke dalam tanah, sehingga dapat membantu mengendalikan aliran air permukaan dan mencegah banjir yang datang setiap tahunnya di Pekanbaru.

“Kalau perencanaan ini benar-benar dijalankan dengan sungguh-sungguh dan terstruktur, saya yakin  tidak ada lagi persoalan 5 atau 10 tahun mendatang. Dalam waktu dekat, kita akan panggil mitra kerja kita terutama Dinas Bina Marga dan Cipta Karya. Bagaimana tindaklanjut perencanaan penanggulan banjir itu,” tutupnya. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *