BAPPEDA DAN DISPENDA Lima Pejabat Bengkalis Diperiksa Kejari

KORUPSIBENGKALIS- Lima pejabat dilingkup Pemkab Bengkalis, masing-masinG tiga pejabat di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan dua pejabatBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Senin (15/2) siangmenjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis. Merekadiperiksa sebagai saksi terkait dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif dan dugaan korupsi lainnya di SKPD bersangkutan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Yusuf Luqita Danawiharja ketika dikonfirmasi Senin (15/2) membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Hanya saja katanya,
kelima orang tersebut diperiksa masih dalam kapasitas sebagai saksi
untuk dimintai keterangan terkait keluarnya SPPD fiktif serta sejumlah kegiatan lainnya yang juga diduga fiktif yang nilainya mencapai ratusan juta di Dispenda serta milyaran rupiah di Bappeda.

“Ketiga pejabat di Dispenda yang kita periksa hari ini
adalah HZ, AB dan Yu, pejabat eselon III dan IV. Sedang dua pejabat Bappeda yakni IH dan EI adalah pejabat eselon III. Mereka diperiksa untuk dimintai keterangan terkait dugaan SPPD fiktif yang dikeluarkan di Dispenda dan dugaan korupsi di Bappeda Bengkalis,”jelas Yusuf Luqita via seluler.

Soal dugaan SPPD fiktif tersebut, Kejari Bengkalis sendiri masih terus melakukan pendalaman kasus. Para pengambil kebijakan di
Dispenda dan Bappeda Bengkalis sudah dimintai keterangan, dan bagi yang belum akan segera dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan. Tidak tertutup juga mantan kepala Dinas Dispenda yaitu MS dan HIP serta Kepala Bappeda JIB akan turut diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

“Kami masih melakukan pendalaman kedua kasus tersebut.
Dalam minggu ini mantan kepala Dinas Dispenda pada periode 2012-2014 akan kita panggil juga untuk dimintai keterangan. Masyarakat diminta bersabar, Kejari akan segera menuntaskan kasus dugaan korupsi SPPD fiktif yang dilakukan oknum pejabat dan ASN di Dispenda dan Bappeda Bengkalis tersebut,”tambah Yusuf Luqita.

Sedangkan dugaan korupsi di Bappeda Bengkalis sendiri merupakan kasus baru yang mulai ditangani Kejari Bengkalis. Dimana sebelumnya, Kejari hanya menangani kasus dugaan korupsi BUMD PT.Bumi Laksamana Jaya (BLJ), SPPD fiktif Dispenda, proyek penelitian Bioethanol Balibang dan dana ADD.

“Kasus dugaan korupsi di Bappeda Bengkalis memang belum lama ini kitatangani. Ada dugaan korupsi yang kita dugakan di SKPD bersangkutan, makanya kita telusuri kebenaran dugaan tersebut dengan melakukan pemeriksaan,”tutup Yusuf Luqita. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *