Belum Tahukan! Buaya Telan Batu untuk Berenang

CALIFORNIA – Tahukah Anda, di balik sosok yang sangar, ternyata buaya menelan batu untuk menjadi pemberat dalam menyelam. Batu yang tersimpan di dalam pencernaan buaya disebut gastrolith atau “stomach stones”.

Pihak Universify of California Museum of Paleontology menjelaskan, banyak hewan yang memakan batu atau setidaknya menelan. Hal ini berlaku pada banyak reptil dan burung yang hidup dan beberapa mamalia seperti anjing laut atau ikan paus. Namun, ini juga berlaku pada beberapa hewan yang sudah punah, termasuk dinosaurus herbivora dan reptil laut.

Di antara hewan yang hidup, gastrolith paling sering ditemukan pada burung, terutama yang hidup di tanah, seperti ayam dan burung unta. Tak hanya itu, gastrolith juga ditemukan di hewan perenang aktif seperti penguin, buaya, anjing laut, dan paus bergigi.

Fungsi gastrolith pada hewan air tak jelas, hingga untuk waktu yang lama, para ilmuwan telah beramsumsi bahwa hewan berenang menelan batu untuk membantu mengendalikan daya apung mereka. Sebagai contoh, banyak buaya seperti mengapung di air dan hanya terlihat mata mereka.

Selain itu, perut penuh dengan batu mungkin membantu mereka menjaga tubuh di dalam laut untuk memberi makan, dan gastrolith mungkin membantu mereka menyelam lebih dalam.

Akan tetapi, beberapa penelitian terbaru meragukan hipotesis ini. Menggunakan model komputer dari buaya, seorang ahli paleontologi bernama Don Henderson menemukan bahwa gastrolith di buaya hidup dan fosil reptil laut biasanya kurang dari 2% massa tubuh.

Gastrolith lebih dari 6% dari massa tubuh memiliki banyak efek pada daya apung. Di bawah level tersebut, mengisi dan pengosongan paru-paru dengan udara memiliki efek yang juah lebih besar untuk daya apung. Namun, sejumlah kecil gastrolith ditemukan pada hewan air bisa membantu menstabilkan tubuh mereka di dalam air.

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *