Berikan Kesempatan Kontraktor Lokal Tangani Proyek Infrastruktur Daerah

IMG_1156SIAK – Anggota DPRD Siak Dapil Siak III, Awaludin menyoroti pembangunan infrastrukture di wilayah Kabupaten Siak hanya memberikan kekayaan dan kejayaan bagi pengusaha luar. Padahal untuk pembangunan infrastruktur ini menelan anggaran hampir sekitar Rp 1 Trilliun setiap tahunnya. Namun ironisnya, proyek yang didanai APBD Kabupaten Siak itu, justru lebih banyak dikerjakan rekanan atau kontraktor luar kabupaten Siak.

Kedepannya hal itu mesti dilakukan perubahan sehingga anggaran yang besar di Kabupaten Siak ini mampu menopang penghidupan dan kejayaan ekonomi masyarakat daerah terutama para kontraktor lokal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak harus memberikan kesempatan seluas-luasnya, kepada anak jati Siak yang berprofesi sebagai kontraktor maju dan berkembang menangani proyek infrastrukture yang ada.

“APBD Siak banyak menyerap anggaran untuk infrastrukture hampir Rp 1 Trilliun setiap tahun. Kedepan, proyek fisik ini harus lebih tepat sasaran dan dikerjakan anak jati Siak,”ujar Awaludin di suatu kesempatan di Perawang. Tujuan dari kebijakan tersebut, selain akan mengurangi pengganguran,kebijakan memberdayakan kontraktor daerah memberikan efek domino pergerakan ekonomi ditengah masyarakat nantinya.

“Apabila anak jati Siak yang mengerjakan proyek APBD Siak akan memberikan efek langsung bagi masyarakat.Pertama akan mengurangi pengganguran, karena pada kenyataan banyak perusahaan dan karyawan menganggur karena tidak ada kegiatan. Kedua, uang APBD yang dibelanjakan akan banyak berputar di kabupaten Siak, sehingga roda perekonomian masyarakat menjadi menggeliat. Selama ini rekanan dari luar justru menikmati uang APBD Kabupaten Siak di diluar Siak,”ungkap anggota DPRD Siak daerah Pemilihan Kecamatan Tualang ini.

Terkait dengan kesiapan Sumber Daya Manusia perusahaan kontraktor lokal, Awaludin menjamin tidak ada masalah. Sebab, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah membina kontraktol lokal agar lebih profesional melalui asosiasi. “Disamping itu,kita lihat, banyak pekerjaan sederhana, yang mampu dikerjakan pengusaha tempatan, tetap juga dikerjakan rekanan dari luar daerah. Contohnya proyek pelebaran jalan di Kecamatan Tualang senilai Rp 7,2 milliar hanya menempelkan semen coran di kiri kanan badan jalan dikerjakan rekanan luar, apa anak siak tak mampu mengerjakan,” kata pria yang sudah berpengalaman di dunia kontraktor ini. (rel)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *