Bisnis Quick Chicken: Omzet Sudah Puluhan Juta dari modal awal Rp8 juta

357307_quick-chicken_663_382KISAH Bedi dimulai dari Yogyakarta. Di Kota Gudeg ini, ia mulai merentas usaha Quick Chicken, setelah dengan mantap ia keluar dari pekerjaannya di sebuah perusahaan makanan cepat saji yang tengah limbung diterpa krisis moneter.

Diawali pada tahun 1999, Bedi mulai menyewa sebuah ruko di daerah Demangan seharga Rp8 juta per tahun.

Namun apa hasil, omzet pendapatannya hanya float rate Rp200 ribu per bulan atau sekitar Rp2,5 juta per tahun. Artinya ia harus tombok Rp5,5 juta hanya untuk menutupi sewa ruko, belum lagi harus menalangi biaya lain lain seperti bahan baku dan membayar karyawan.

Apa yang membuat Bedi tidak jera dan justru terus kukuh berkutat di bisnis cepat saji itu? Di sinilah insting bisnis dan keyakinan yang berbicara.

Setiap pelanggan yang datang, sebagian besar bahkan 90 persen lebih mengakui produk Quick Chicken ini rasanya pas di lidah, dan itu mengindikasikan produk ini diterima konsumen.

Bedi tak sayang harus melego beberapa asetnya seperti mobil yang dikumpulkannya bertahun-tahun dengan cucuran keringat. Ia terus menebarkan sayap dan akhirnya pertolongan datang.

Tawaran teman untuk membuka outlet Quick Chicken ke-2 di sebuah mall di Mojokerto Jawa Timur, tanpa perlu membayar sewa, disambut dengan suka cita.  Ternyata tak sampai satu tahun, sudah Break Event Point (BEP) atau balik modal dan karena konsisten untuk membayar sewa menyesuaikan dengan pedagang lain di tempat itu meski sebenarnya teman itu menolaknya dengan halus.

Singkat kata, dari Demangan Yogyakarta dan Mojokerto Jatim, outlet Quick Chicken terus menebar. Tercatat, jumlah enam outlet pada tahun 2000, perlahan tapi pasti terus berkembang dan hingga tercatat sudah 200 lebih outlet Quick Chicken di berbagai kota di penjuru negeri, baik di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

“Kalkulasi bisnis, saya bisa menuai untung ketika membuka outlet ke-empat. Praktis, saya yang merentas usaha sejak 1999 itu baru mulai merasakan manisnya berbisnis sejak 2005 hingga kini. Kalau sebelum 2005, puluhan outlet kami ada yang buka- tutup,” kata Bedi . (vvn/*FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *