Camat Serukan Bangkitkan Kembali Maghrib Mengaji

8-ft sapri camat Bukit Batu M.fadlul, manager RU II Sungai Pakning Pramono Avianto, anggota DPRD Aisyah, Lurah Sungai Pakning Acil Esyno saat menekan serinai pembukaan MTQ XIII kelurahan Sungai PakSUNGAI PAKNING – Camat Bukit Batu, M Fadlul Wajdi membuka secara resmi MTQ ke-13 tingkat Kelurahan Sungai Pakning, Kamis (7/1) malam. Pada acara yang dipusatkan di halaman MDA Darul Uswah Kampung Jawa, Camat mengajak umat Islam membangkitkan kembali tradisi maghrib mengaji.

Acara pembukaan berlangsung meriah di awali dengan tari persembahan sekapur sirih. Pada kesempatan itu juga dilakukan pengangkatan Dewan Hakim dan Majelis Hakim MTQ ke-13 Kelurahan Sungai Pakning oleh Acyl Esyno.

Acara dihadiri angota DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Bukit Batu-Siak Kecil Hj Aisyah, Manager RU II Sungai Pakning Pramono Avianto serta jajarannya, Kapolsek Bukit Batu Kompol Sugeng, Sejumlah Kades Sekecmatan Bukit Batu, tokoh Agama dan ratusan masyarakat kelurahan sungai pakning.

Lurah Sungai Pakning, Acil Esyno dalam sambutannya mengatakan, bahwa pada tahun ini peserta lebih meningkat dari pada tahun sebelumnya “ alhamdulillah peserta pada tahun ini lebih meningkat dari pada tahun lalu diantaranya, tinggkat morattal 8 putra 16 putri, tingkat anak-anak 8 putra , 13 putri, tinggkat remaja 8 putri, 9 putra dan tingkat dewasa 7 putri, 3 putra” terang Acil

Acil juga berharap kepada peserta agar dapat tampil maksimal agar dapat mewakili kelurahan sungai pakning di tingkat kecamatan nantinya dan bisa membawa nama kelurahan di tingkat kecamatan bahkan sampai di tingkat Nasional
Al quran merupakan sumber ilmu kehidupan,yang tidak habis-habisnya digali sebagai pedoman perlu ditumbuh kembangkan, karena umat diajak untuk tekun membaca, mengaji dan mengamalkan ke agungan al quran. Hukum penting dari pelaksanaan mtq dapat meningkatkan semangat semangat tali silaturrahmi, ukhuwah islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat.

Camat dalam pengarahannya mengajak umat islam untuk terus memotivasi anak-anak giat membaca, mempelajari dan mendalami Alquran , sehingga akan dapat membentuk pribadi yang santun dan berakhlakul karima.
”Mari kita bangkitkan kembali tradisi magrib mengaji atau tradisi membaca Alquran. Jangan biasakan anak-anak kita mentonton televise dan kegiatan lain pada waktu magrib,” ujarnya.
Menurut Camat, saat ini telah terjadi pergeseran moral dan ahklak masyarakat terutama dikalangan remaja seperti pergaulan bebas, pengguna narkoba, kenakalan remaja, bolos sekolah, serta tak menghormati orang tua dan guru. Oleh karna itu perlu upaya meluruskan perilaku tersebut dengan pendekatan al quran dan hadis.

”Saya yakin, hingga saat ini para orang tua tetap konsisten menggalakkan budaya maghrib mengaji. Meskipun demikian tidak salahnya, saya kembali mengingatkan agar masyarakat tetap melestarikan budaya maghrib mengaji dan satu jam tanpa televisi pada saat maghrib,” tutur mantan sekcam mandau ini. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *