Cegah Karlahut Riau, Maksimalkan Fungsi Sekat Kanal, Anggarkan Rp984 Juta Penanganan

PEKANBARU– Mencegah kebakaran lahan dan hutan (Karlahut), fungsi sekat kanal di daerah rawan harus dimaksimalkan.  Demikian dikatakan Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen TNI Nurendi saat Rakor Pencegahan Karlahut di Kantor Gubernur Riau, Jumat (13/1). Dalam kesempatan tersebut, tim satgas harus proaktif turun ke lapangan untuk membuat sekat-sekat kanal.
Lanjutnya, sekat kanal butuh perawatan dan perlu ditinjau kembali. Ia menambahkan, seharusnya sekat kanal yang sudah dibuat tahun-tahun lalu masih berfungsi hingga kini. Jika tidak berfungsi, tidak menutup kemungkinan dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Biasanya sekat kanal sering dibuka tutup oleh oknum yang melakukan illegal loging.
Lanjutnya, meski tahun lalu Riau bebas asap, tahun ini tak ada jaminan provinsi Riau bebas dari asap akibat Karlahut. Ia meminta, semua pihak agar tidak puas dengan pencapaian yang didapat pada tahun lalu. Mengingat, tidak ada jaminan bahwa tahun ini Riau bebas dari asap.
“Kondisi saat ini sudah masuk pada tahap pencegahan dan mitigasi. Sudah ada yang laporan titik api ke Posko Karlahut,” kata Danrem.
Menurutnya, pencegahan Karlahut di awal tahun ini penting dilakukan sebagai langkah percepatan terhadap penanganan Karlahut. Ia menyebut, hal yang perlu dilakukan seperti patroli, sosialisasi, penyebaran imbauan.
“Mari kita bersama-sama menjalankan tupoksi masing-masing, agar Riau tahun ini kembali benas dari asap,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau Yuliawati Muose menyebut, untuk sekat kanal ini, instansi yang ia pimpin telah menganggarkan sebesar Rp984 juta. Jumlah itu tidak termasuk untuk dinas lain, yang kemungkinan juga menganggarkan.
“Selain membuat sekat kanal Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga akan aktif dalam kegiatan patroli bersama,” kata dia.Selain itu, ia menyebut akan melakukan pengawasan terhadap kepatuhan izin perusahaan lingkungan. “Kami sudah mengirim surat kepada perusahaan untuk melaporkan sejauh mana fasilitas pendukung terhadap penanganan Karlahut,” katanya mengakhiri. (*/FR)
Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *