Dapat Suntikan Dana Rp5 Miliar, Pembangunan RSUD Dumai Dilanjutkan

rsud dumaiDUMAI— Pemerintah Kota Dumai kembali melanjutkan proses pembangunan gedung baru RSUD rawat inap kelas I,II dan III yang sempat terhenti sejenak dalam beberapa tahun ini.

Direktur RSUD, Dr Syaiful untuk lantai pertama sudah bisa difungsikan ,sementara lantai II dan III saat ini masuk tahap Finishing yang akan dilanjutkan pengerjaan tahun 2016.

“Langkah ini merupakan proses Finishing untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda 3 tahun lalu yang akan kembali dimulai tahun 2016 dengan target penyelesaian hingga 2017 mendatang”, sebutnya

Proses Finishing kata Saiful kita mendapat suntikan dana dari APBD Provinsi Riau sebesar Rp 5 Milyar. Dana tersebut digunakan khusus untuk melanjutkan pekerjaan Finishing gedung seperti ruang rawat inap lantai 2 dan 3, Laser penghubung,halaman Gedung dan Pengadaan lift.

Selain itu ,lanjut syaiful kita juga mendapatkan bantuan dana dari Provinsi Riau sekitar Rp 2 Milyar untuk melengkapi ketersediaan peralatan medis dan ruang rawat inap seperti tempat tidur dan sebagainya.

” Bantuan ini tentu sangat membantu pemerintah kota,mengingat kondisi APBD Dumai terbatas sekarang “,ucapnya
Adanya bantuan ini ,proses pembangunan Gedung rawat inap baru RSUD dipastikan beroperasi maksimal tahun 2017 mendatang,diharapkan Kontraktor yang menggerjakan proyek ini bisa tepat waktu menyelesaikannya.
Apabila ini selesai,maka jumlah tempat tidur pasien di RSUD jika ditotalkan tersedia sebanyak 440 Tempat Tidur.”

Gedung yang ada sekarang saja tersedia sekitar 260 tempat Tidur , lali ditambah tempat tidur gedung baru sebanyak 180 tempat tidur “.terangnya Terakhir, untuk pembangunan gedung RSUD rawat inap kelas 1 , 2 dan 3 diakui Syaiful sudah menghabiskan dana sebesar Rp 47 Milyar.

”Anggaran pertama berasal dari APBD Dumai tahun 2013 lalu senilai 42 Milyar kemudian Ditahun 2016 ditambah Rp 5 Milyar oleh Provinsi umum tahap finisshingnya.Dengan adanya gedung baru ini diharapkan bisa mengurangi tingkat antrian masyarakat pasien yang berobat ke RS karena sebelumnya memiliki ruang rawat inap terbatas dan terpaksa harus berdesakan,” ungkapnya.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *