Presiden Soeharto: Sosok tegas, berani, disegani dan dirindukan

soehartoPRESIDEN kedua Republik Indonesia, Soeharto, dikenal sebagai sosok yang tegas, berani, dan disegani, baik oleh lawan maupun kawan politik. Itulah salah satu alasan pria berjudul jenderal murah senyum tersebut dapat memimpin negeri ini 32 tahun lamanya.

Meski Soeharto dikenal sebagai sosok yang pemberani dan tegas, bukan berarti tidak ada sisi lainnya yang bisa digali dari Soeharto. Melalui buku Pak Harto Untold Stories, banyak tokoh berkisah mengenai sisi humanis ayah Tommy Soeharto itu. Seperti yang diceritakan mantan Panglima TNI, Djoko Santoso.

Dalam berita yang pernah dimuat di  Santoso pernah berujar bahwa Soeharto adalah sosok yang sabar. Sosok ayah yang sangat sayang terhadap anak-anaknya.

Soeharto wafat pada 27 Januari 2008. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan. Hari ini, Rabu (27/1/2016), sudah delapan tahun ia meninggal.

Namun jasa-jasanya tak pernah dilupakan. Termasuk ketika mengajak putra terbaik Indonesia, BJ Habibie, untuk pulang dari Jerman ke Tanah Air.

Ia merangkul orang Makassar tersebut agar turut membantu pembangunan Indonesia, yakni mendirikan industri dirgantara. Itulah rasa sayang presiden tersebut terhadap Indonesia.
27 Januari 2008 Meninggal

Presiden kedua RI ini, meninggal pada 27 Januari 2008. Hari ini menjadi tahun kedelapan setelah ia wafat. Soeharto sendiri berkuasa di Indonesia selama 32 tahun. Ia menjabat sejak 1967 hingga 1998. Di bawah pimpinannya, ia membangun Indonesia sehingga ia dijuluki sebagai Bapak Pembangunan.

Setelah lengser, ia kerap jatuh sakit. Bolak-balik rumah sakit untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Setelah menjalani perawatan selama 23 hari sejak 4 Januari 2008 di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, ia tak kuat lagi. Sekira pukul 13.10 WIB, Soeharto menghembuskan nafas terakhir pada usia 87 tahun disebabkan kegagalan multiorgan di tubuhnya.

Sontak hal itu membuat redaksi heboh. Banyak media massa mengulas profilnya selama berkuasa. Termasuk ketika ia suka memberedel surat kabar. Besoknya, setelah Soehato wafat, hampir semua koran memberitakan wafatnya Soeharto pada halaman 1.

Di Mata Pengagum Setianya
Genap delapan tahun sudah mantan Presiden Soeharto wafat.  Ternyata hingga saat ini makam almarhum Soeharto di Astana Giribangun tak pernah sepi dari para peziarah.

Setiap harinya banyak peziarah dari luar Kota Karanganyar selalu berziarah ke makam Keluarga Cendana yang berada di bawah lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah.

Tak hanya sepi dari para peziarah, sosok mantan penguasa Orde Baru ini ternyata masih begitu kuat membekas di sebagian masyarakat Indonesia, salah satunya Kiswadi Agus. Bahkan begitu kagumnya terhadap sosok Soeharto, dirinya berani mengumumkan kepada publik sebagai pendukung Soeharto. Padahal saat dirinya mendirikan Yayasan Keluarga Besar Soeharto, saat itu kejayaan Soeharto selama 32 tahun telah runtuh.

“Saya tak peduli. Meski saat saya mendirikan Yayasan Keluarga Besar Soeharto, banyak orang menghujat Pak Harto. Bahkan, orang-orang yang dulu ikut menikmati kejayaan Pak Harto pun lari menyelamatkan diri. Termasuk, putra-putrinya sendiri lari entah ke mana,” ujar Kiswadi saat ditemui di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pelan namun pasti, Yayasan Keluarga Besar Soeharto yang didirikan banyak mendapat dukungan. Bahkan, tak hanya di Karanganyar yang menjadi tempat yayasan itu didirikan, sejumlah pemuda di daerah lain ikut bergabung di yayasan tersebut.

Kiswadi mengaku begitu mengagumi sosok Soeharto. Sebab, diakui atau tidak oleh bangsa ini, Soeharto telah banyak berjasa, termasuk saat perang merebut kemerdekaan.

“Bung Karno memang presiden pertama Indonesia dan secara de jure Soekarno juga sang Proklamator. Namun secara de facto, negara tidak bisa memungkiri bila Pak Harto juga salah satu proklamator Indonesia. Pak harto juga berjasa terhadap bangsa ini. Melalui serangan enam jam di Yogyakarta, Pak Harto mampu menunjukkan kalau bangsa ini ada. Ide memang bukan dari Pak Harto. Pelaksana di lapangan itu Pak Harto. Ide tanpa pelaksana sama saja bohong,” ungkapnya.

Fakta lainnya mengapa begitu mengagumi sosok Soeharto. Penyebabnya, Pak Harto terbukti berhasil menyelamatkan bangsa Indonesia dari sebuah kudeta aliran terlarang yang akan mengubah paham negara.

“Di alam demokrasi, sah-sah saja adanya perbedaan cara pandang dan orang berkomentar tidak sama dengan kita. Silakan tidak sependapat dengan kita, namun fakta sejarah tersebut tidak bisa dimungkiri,” tegasnya.

Tak hanya mengagumi sosok Soeharto, melalui yayasan yang didirikan inilah Kiswadi getol memperjuangkan agar Soeharto layak diangkat menjadi pahlawan nasional. Berbagai upaya terus dilakukan pihaknya agar sosok Soeharto mendapat gelar pahlawan nasional.

Berbagai seminar hingga bukti-bukti lainnya telah disodorkan Kiswadi melalui yayasan yang didirikan ini kepada Kementerian Sosial agar memasukkan nama Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Alasan Kiswadi kenapa Soeharto layak mendapat gelar pahlawan nasional karena memang sangat layak disebut Bapak Bangsa. Tak hanya Soekarno yang dikagumi masyarakat Indonesia, SOeharto juga layak. Ini bisa dilihat saat Soeharto wafat, prosesi jalannya pemakaman Pak Harto banyak dihadiri masyarakat luas.

Bahkan hingga saat ini area pemakaman Pak Harto di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, masih dikunjungi masyarakat luas. Berarti, menurut Kiswadi, masyarakat sekitar makam Pak Harto ekonominya bisa diberdayakan.

“Jangan salahkan bila kemudian timbul keinginan masyarakat untuk kembali merasakan berkecukupan sandang pangan di saat waktu dipimpin Pak Harto. Tapi kalau ini ditanyakan kepada orang-orang yang tak suka dengan Pak Harto, sudah pasti komentarnya miring,” ujar dia. (*/okz/net)

 

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *