Dengar Jawaban Perampok Sadis, Pak Hakim Geleng-geleng Kepala

EKO Satriawan (25), terdakwa kasus perampokan sadis di Jalan Agung Tunggal akhir Maret lalu, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Balikpapan, Senin (5/8). Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa.

Sebelum hakim mengetuk palu tanda dimulainya sidang, keluarga korban serta salah satu ormas di Balikpapan yang melakukan pendampingan sudah memadati ruang persidangan.

Sekira pukul 13.00 Wita, majelis hakim yang diketuai Sutarmo dan hakim anggota Arif Wisaksono serta Bambang Condro Waskito membuka persidangan.

Pihak JPU, Hendro menghadirkan saksi personel kepolisian. Keterangannya tidak jauh berbeda seperti berita acara pemeriksaan (BAP), yakni kronologis kejadian. Kemudian saksi dari keluarga korban memberikan keterangan. Sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Dalam persidangan, terdengar majelis hakim, JPU, dan kuasa hukum yang ditunjuk pengadilan mendampingi terdakwa mengajukan sejumlah pertanyaan.

BACA JUGA: 2 PSK ABG Tarif Rp 400 Ribu di Kamar bersama 6 Pria Remaja, 2 Berseragam Sekolah

“Sebelum melakukan aksi perampokan, apakah terdakwa sudah berencana dan mempersiapkan parang ini?” tanya hakim Sutarmo.

Eko membenarkannya. Ia mengaku sudah merencanakan aksinya, setelah berangkat dari rumahnya. Perampokan itu dilakukannya karena tidak ada uang dan tempatnya bekerja sudah tidak menggajinya selama tiga bulan.

“Saya tidak ada uang lagi, makanya saya berencana. Kalau pisau yang di dalam tas, itu alat saya untuk bekerja memotong rumput. Karena mau merampok, saya bawa untuk menakut-nakuti korban,” ujar Eko.

Sebelum beraksi, apakah terdakwa sudah menarget warung itu? Penjaganya kan seorang perempuan, mengapa saudara nekat melakukan penikaman?” cecar hakim.

Eko beralasan dirinya saat itu panik, karena korban langsung teriak saat dimintai uang. Mendengar jawaban itu, majelis hakim jengkel dan mengatakan jawaban tersebut tidak sinkron dengan apa yang disampaikan.

“Kalau saudara panik, seharusnya kabur. Kenapa malah mengambil pisau dari dalam tas? iItu kan justru memakan waktu sebelum kabur,” ujar Sutarmo sembari geleng-geleng kepala.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Indra Gunawan mengajukan pertanyaan soal penangkapan Eko.

“Saat ditangkap saudara sedang membeli makan, dari mana uang saudara padahal saat mau beraksi mengaku tidak punya uang?” tanyanya.

Terdakwa menjawab, uang yang dipakai buat membeli makanan hasil pinjam dari teman. Pertanyaan dilanjutkan, “Kenapa tidak meminjam uang saja biar tidak merampok?” Terdakwa tidak bisa menjawab.

Pemeriksaan saksi dan terdakwa rampung, majelis hakim kembali menunda persidangan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU. (*/JPNN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *