Diduga Razia Bocor, Sejumlah Tempat Solon Sepi

18-ft dik 2. Dua orang petugas kepolisian Dari anggota Polsek Mandai dan juga Sat Lantas 125 Duri mengamankan pelaku dari amukan massa didepan kantor Bengkalis Ekspres.DUMAI-  Diduga bocor sejumlah salon dengan fasilitas karoke tanpa izin, saat di razia petugas gabungan sabtu (01/10) malam, dari Polres Dumai sepi pengunjung. Saat razia berlangsung petugas tidak terdapat tamu melainkan hanya terlihat wanita yang mengenakan pakaian seksi dan ber maka up “Alay”.

Giat Cipta Kondisi itu dilaksanakan sekitar pukul 22.00 WIB, petugas gabungan Polres Dumai menggelar operasi penertiban, sasaran salon karoke tidak berizin dan warnet.

Berlangsungnya razia di salon Selamat di Jalan Sudirman, Kecamatan Dumai Kota, di sana ditemukan 2 pria,  mereka dapati berada disalah satu ruang bersama seorang pemandu karoke. Setelah didata, mereka diminta meninggalkan lokasi.

Sama seperti sebelumnya, bedanya saat petugas mendatangi Adinda salon di Jalan Merdeka, Kelurahan Bintan, Kecamatan Dumai Kota, salon tersebut dalam keadaan sepi. Petugas disambut 3 wanita berpakaian seksi, 2 diantaranya menutupi wajah.

Pada kegiatan  Razia  yang berlangsung itu memang tidak banyak lokasi karoke berkedok salon yang diperiksa. Hampir sebagian salon tutup. Kuat dugaan, kegiatan  Razia sebelumnya sudah bocor terlebih dahulu.

Pantauan Dumaipos Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin kabag Ops Polres Dumai, Kompol Wawan Setiawan pada pukul 22.00 WIB. Personel yang berjumlah lebih kurang 40 orang itu dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas untuk memeriksa salon-salon plus karoke, semetara tim kedua memeriksa warnet-warnet di beberapa lokasi.

Tidak mendapatkan hasil, tim kemudian bergerak ke jalan merdeka, pasalnya disana memang banyak salon-salon plus karoke  yang diduga dijadikan tempat asusila, namun lagi-lagi saat petugas tiba, tidak ada pengunjung di salon tersebut, padahal malam-malam biasanya salon-salon plus karoke disana cukup ramai pengunjung. Disalah satu salon plus karoke di jalan merdeka, petugas hanya menemukan empat orang wanita berpakaian seksi diduga sebagai pekerja.

Tidak menemukan hasil,  tim kemudian bergerak ke salon-salon plus karoke yang berada di Bundaran Jalan Soekarno-Hatta, namun sayangnya karoke itu tutup. Petugas pun langsung memutar haluan dan pulang ke Polres tanpa hasil.

Sementara tim kedua, menyasar warnet-warnet yang berada di Jalan Sukajadi. Disana petugas menemukan beberapa warnet yang buka dan pengunjungnya cukup ramai. Petugas meminta penggelo agar menunjuukan surat izin operasional warnet. Beberapa warnet dapat menunjukkan izin sementara yang lain ada yang tidak. Petugas hanya memberi teguran dan agar menjaga kamtibmas di tempat tersebut.

Kabag Ops Polres Dumai, Kompol Wawan Setiawan mengatakan kegiatan ini memang menjadi agenda rutin setiap pekannya, bahkan dalam satu pekan diagendakan dua kali razia ditempat-tempat diduga menjadi tempat asulisa dan menganggu kamtibmas.

”Kami akan terus razia, karena ini memang menjadi program kapolres dumai,” terang Wawan.

Perwira yang sudah mendapat TR mutas menjadi Wakapolres Meranti ini mengatakan salon-salon plus karoke memang kerap menjadi tempat asulisa, pihaknya selalu mendapat laporan dari masyarakat yang resah terhadap aktivitas salon plus karoke ini. ”Mudah-mudahan dengan giat ini, apa yang menjadi keresahan masyarakat bisa teratasi, kedepannya akan kami rancang sebaik-baik agar tidak bocor lagi,” tutupnya.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *