Dishub: Tidak Direncanakan Rekayasa Lalin Jelang MTQ Riau ke XXXV di Pekanbaru

jalan gajah mada2PEKANBARU– Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau akan dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober sampai 16 Oktober mendatang. Tidak ada pengalihan lalu lintas (Lalin) selama MTQ berlangsung, hanya saja saat Pawai Taaruf akan ada rekayasa lalin untuk beberapa saat.

“Tidak ada rekayasa lalin selama MTQ berlangsung. Karena lokasinya di kawasan Masjid Agung memungkinkan untuk parkir,” kata Kepala Bidang Wasdal Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pekanbaru, Saibul Alades, Ahad (28/8) kemarin.

Hanya saja, lanjutnya, saat pawai Taaruf pihaknya dan polantas perlu merekayasa lalin. Karena, jalur pawai yang akan dilalui merupakan jalan protokol yang padat kendaraan.

“Rute pawainya nanti perlu kita situasional lalin. Paling 20 menit dialihkan. Pengalihan selama MTQ tidak ada,” sebutnya.

Ditanya dimana saja rute pawai, Saibul menyebut pawai akan dimulai dari jalan Gajahmada menuju Sudirman. Kemudian peserta pawai akan berbelok di U Turn yang berada di dekat Pasar Buah.

“Pawai ngumpul di Gajahmada, keluar bundaran Sudirman arah ke Sudirman ujung, dan belok di U Turn dekat pasar buah, dan masuk ke Sisingamangaraja lalu bubar. Selama pawai itu saja kita rekayasa lalin. Jadi sifatnya hanya situasional saja,” terangnya.

Memastikan apakah kawasan Masjid Agung An Nur bisa menampung banyaknya kendaraan saat MTQ Riau, ia meyakini kawasan masjid milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau itu cukup menampung kendaraan yang parkir. Terlebih separuh jalan Sisingamangaraja juga akan dijadikan lahan parkir.
“Sisingamangaraja itu kan punya lajur dua, mungkin lajur sebelah kanan (sebelah pagar masjid) dipakai untuk parkir bus peserta dan lajur sebelah kiri dipakai normal,” sebutnya. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *