Distinasi Wisata Kurang Perhatian, Warga Meranti Pilih Liburan Keluar Daerah

wisata-selatpkangSELATPANJANG-Tidak terakomodir dengan baik, destinasi wisata di Kabupaten Kepualaun Meranti tidak menjadi pilihan. Akibatnya banyak warga daerah ini, lebih memilih keluar daerah untuk mencari obajek wisata lain.

Tidak dipungkiri Kabupaten Kepulauan Meranti sebenarnya memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya objek wisata Sungai Bokor dan beberapa tasik yang memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Namun sayangnya, selain belum dikelola dengan baik, fasilitas pendukung tujuan wisata itu juga masih sangat ala kadar. Kondisi ini membuat destinasi wisata ini tidak diminati.

“Menikmati liburan meyambut hari Natal dan libur sekolah, kami sekeluarga lebih memilih liburan di Sumatera Barat. Ya bernar, kita di Meranti memiliki sejumlah objek wisata yang sebenarnya menarik salah satunya seperti di Sungai Bokor dimana pengunjung bisa menyusuri sungai dan tasik seperti Tasik Nambus dan Putripuyu yang keindahan alamnya sangat luar biasa.Tapi itulah, kondisinya memprihatinkan,” ujar Jhone Alfa Simbiring, warga Kelurahan Tebingtinggi Timur, rabu (28/12).

Dia bersama keluarga memilih Sumbar sebagai lokasi menghabis waktu libur bersama keluarganya, karena di sana banyak objek yang bisa dikunjungi dan dikelola dengan baik oleh swasta maupun pemerintah.

“Biar penat sedikit, kita pilih Sumbar sajalah. Ini bukan karena daerah kita tidak punya tempat untuk dikunjungi, tapi kondisinya sejak puluhan tahun sampai kini, begitu-begitu saja,” ujarnya lagi.

Tambahnya lagi, bahwa sebenarnya lokasi objek wisata Tasik Nambus bisa menjadi alternatif yang menarik. Tapi karena fasilitas pendukung, terutama infrastruktur jalan membuat objek wisata ini kurang diminati.

“Menurut saya, jika fasilitas menuju tempat wisata diperbaiki dan fasilitas penunjang lainnya diperbaiki, jangankan masyarakat setempat, orang luar pun berbondong kemari karena alam di tempat kita sangat mendukung untuk itu,” katanya.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Komisi C, Ardiansyah mengatakan hal yang sama terkait destinasi daerah, dia mengatakan bahwa semestinya masyarakat bisa menjadi tuan di negeri sendiri.

‘’Kita memiliki banyak potensi, tapi justru kita menyumbang untuk daerah lain. Ini sangat miris, kedepan kita meminta kepada pemerintah daerah untuk membenahi segala infrastruktur pariwisata yang ada,’’ ucapnya.

Menanggaou itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kepulauan Meranti Drs H Ismail Arsyad MSi, mengatakan bahwa dirinya bersama tim destinasi sudah melakukan berbagai cara, termasuk salah satunya menginventarisir sejumlah destinasi yang ada di Kepulauan Meranti yang layak dikemas dan dikembangkan.

Namun, untuk mencapai kearah itu sangatlah dibutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang. Hal ini tentunya berkaitan dengan kekuatan anggaran daerah yang sangat tidak memungkinkan untuk mengembangkan destinasi wisata di Meranti.

“Sampai sat ini kita tetap fokus dan terus melobi provinsi dan pemerintah pusat agar membantu anggaran pembangunan destinasi wisata di Meranti. Lobi yang kita lakukan kyga berdasarkan data-data destinasi yang kita punya dari hasil inventarisir tadi,” ungkapnya.

Paling tidak, kata Ismail, di Kota Selatpanjang nantinya bisa dibangun waterfron city yang sesuai perencanaan bisa dibangun di kawasan dorak. Dengan dibangunnya waterfron, paling tidak masyarakat Selatpanjang dapat menikmati liburnya di tempat tersebut dan tidak perlu lagi menghabiskan uang di daerah lain hanya untuk berlibur.

“Persoalannya sekarang, masyarakat kita ini memang suka dengan keindahan di tempat lain. Mungkin karena bosan dengan alam kita dan itu tidak bisa dipungkiri. Yang jelas kita tetap akan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan keinginan banyak orang, selagi dipercaya. Tapi ya, butuh proses dan waktu,” pungkasnya.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *