Ditemukan Bukit Piramid di Hutan Desa Pantai Lubuk Jambi, Dugaan Kuat Bekas Kerajaan Kandis, Bupati Perintahkan Dinas Terkait Meneliti

Penemuan Bukit baru berbetuk Piramid di Desa Pantai Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, akan menjadi babak baru untuk menelusi kembali sisa-sisa Kerajaan Kandis yang pernah berdiri di Kuansing pada masa lampau

FULLRIAU.COM, TELUKKUANTAN – Penemuan Bukit baru berbetuk Piramid di Desa Pantai Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, akan menjadi babak baru untuk menelusi kembali sisa-sisa Kerajaan Kandis yang pernah berdiri di Kuansing pada masa lampau.

Terkait hal ini, sepulangnya Bupati dari Tanah Suci Mekkah ia akan meminta Dinas terkait untuk melakukan survey guna memastikan apakah Bukit yang ditemukan berbentuk Piramid itu benar-benar situs peninggalan Kerajaan Kandis.

“Kita lakukan survey nanti untuk memastikannya. Insya Allah bapak pulang tanggal 5 September 2019,” ujar Bupati saat dihubungi Selasa (3/9/2019) tadi malam.

Jika nantinya kata Bupati, kalau memang peninggalan Kerajaan dahulu kalah, menurutnya akan dapat menambah destinasi Wisata Kuansing, baik objek Wisata sejarah maupun Wisata budaya.

Mengenai penemuan ini jika merujuk kepada hasil penelitian Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) selama tiga kali pertama pada tahun 2005, kedua tahun 2007 dan ketiga tahun 2010.

Hasilnya, di temukan fakta-fakta cukup penting yang diyakini merupakan peninggalan Kerajaan Kandis di masa lampau.

Adapun temuan yang didapati IAAI ini antara lain seperti susunan struktur bata yang mengindikasikan sebuah sisa bangunan yang cukup besar, pecahan –pecahan tembikar dan keramik asing , serta lempengan prasasti emas.

Dari hasil analisa bentuk, meski hanya sekitar 25% saja dari seluruh temuan pecahan yang dapat diketahui bentuk asalnya. Pecahan tembikar yang ditemukan di situs ini terdiri dari tutup kendi, periuk dan tembikar jenis fine paste ware merupakan tembikar non local umumnya ditemukan dalam bentuk kendi.

Secara administratif situs Padang Candi berada pada Dusun IV Betung (“Botuang”), Desa Sangau, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, sedangkan secara astronomis situs berada pada koordinat 00° 39.578’ LS dan 101° 28.978’ BT.

Situs ini berada di areal permukiman penduduk dan lahan pertanian yang ditanami palawija dan karet. Dekat situs mengalir Sungai/Batang Salo yang masih merupakan DAS Batang Kuantan.

Melalui penelitian yang dilakukan IAAI sebelumnya, diasumsikan ada kaitannya dengan penemuan bukit baru di tengah hutan yang berbentuk Piramid di Desa Pantai, diduga juga merupakan situs Kerajaan Kandis.

Untuk memastikan Bukit berbentuk Piramid ini melalui informasi yang berhasil riauterkini.com telusuri, dari Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Kuansing, Febri Mahmud, ia menyebutkan di kawasan ini menurutnya memang pernah berdiri Kerajaan Pinang Merah meliputi Desa Lubuk Ramo, Desa Pantai dan Desa Air Buluh.

Kerajaan ini kata dia adalah pecahan dari Kerajaan Kandis. Kemudian di bukit selasih Cengar juga pernah berdiri Kerajaan Kancil Putih juga masih merupakan pecahan Kerajaan Kandis.

“Ini keterangan yang saya dapatkan dari cerita orang tua-tua. Kalau situs yang bisa kita saksikan yakni situs Padang Candi bekas kerajaan Koto Alang,” jelasnya.

Sedangkan bukit berbentuk Piramid yang ditemukan oleh pegiat video drone nama lokasinya kata Febri adalah berada di Jao. Oleh masyarakat setempat itu diketahui, namun belum terekspose.

“Nama lokasinya Jao Kampuang Tuo, dekat Sijoniah, cuma pusat peradaban Kandis dahulu bukan di situ. Tapi di Pematang Lagan. Namun, bisa jadi bukit berbentuk Piramid itu merupakan tempat upacara ataupun peribadatan masa lalu,” kata Febri.

Setidaknya kata Febri ada 4 situs sejarah di Kuantan Mudik yang mesti diteliti. Berdasarkan cerita turun temurun tentang Kerajaan Kandis ini, antaranya di Bukit Bakar Pematang Lagan, Kerajaan Koto Alang di Botuang, Kerajaan Kancil Putih di Bukit Selasih, dan Kerajaan Pinang Merah di Air Buluh.

“Kalaun di Botuang Sangau bukti situsnya masih bisa dilihat, bahkan sudah ada hasil penelitian arkeologi dari IAAI. Tapi kalau yang lainnya belum ada penelitian,” ungkap Febri.

Selanjutnya, masih menyangkut Bukit berbentuk Piramid ini, melalui cacatan sejarah yang berhasil media telusuri Kerajaan Kandis ini pada dahulu kalahnya memang pernah berdiri di Sumatera, tepatnya berkuasa di Koto Alang di Botung (Desa Sangau sekarang) sesuai keterangan yang disampaikan sumber sebelumnya.

Kerajaan ini berdirinya menurut perkiraan ada dua versi yakni 1 sebelum Masehi dan 8 Masehi, jauh lebih dulu dari Kerajaan Meloyou atau Dharmasraya Sumatera Tengah pada masa itu. Dua tokoh yang sering disebut raja di kerajaan ini adalah Patih dan Tumenggung.

Kemudian, kembali lagi ke Desa Pantai, lokasi tempat penemuan Bukit berbentuk Piramid, masih berdasarkan catatan sejarah, berdirinya Kerajaan Kandis ini maka terbentuk lah Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah Lubuk Jambi.

Di Desa Pantai itu sendiri, pernah berdiri kerajaan Putih Pinang Masak atau Pinang Merah, sehingga dapat diasumsikan penemuan bukit berbentuk Piramid tersebut adalah peninggalan Kerajaan Kandis.

Namun, karena kondisinya diperkirakan sudah berusia ribuan tahun maka ditutupi rerumputan, sehingga sulit untuk dikenali langsung untuk memastiknya diperlukan penelitian lebih lanjut dari IAAI kembali melakukan risert.

Dan pihak Pemerintah Daerah pun diminta untuk berperan dan menyampaikan bukti ini ke Balai Penelitian di Provinsi Riau, sebab jika nanti benar situs itu adalah peninggalan Kerajaan Kandis maka akan dapat menjadi aset Daerah bernilai sejarah dan pastinya tentu bisa mendatangkan dampak positif bagi Kuansing. (FR)

Sumber: Riauterkini.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *