Dumai Selayaknya Miliki Pelabuhan Bawang Impor

170313-rambe-BISNIS-01Bawang1DUMAIĀ  –Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian ( Disperindag ) telah beberapa kali berjuang agar Dumai menjadi pintu gerbang pelabuhan bawang impor. Namun sampai sekarang belum mendapat restu dari kementerian.

Demikian dikatakan Kadisperindag melalui Kabid Perdagangan, Kamarrudin. Menurutnya, keinginan menjadi pelabuhan impor bawang sudah sejak lama diajukan. Menimbang kebutuhan serta permintaan masyarakat Dumai terhadap bawang sangatlah tinggi.

Namun sayang hingga sekarang masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat ,entah dimana kendalanya. Padahal Kota Dumai letaknya dinilai sangatlah stategis.

“Memang permintaan bawang di Dumai cukup tinggi, hal itu juga menyebabkan banyaknya bawang merah ilegal yang masuk di daerah ini melalui pelabuhan rakyat atau tikus,” sebutnya sembari menambahkan Kota Dumai sudah sejak lama siap jika ditunjuk sebagai salah satu pintu gerbang pelabuhan impor bawang.

Selain permintaan bawang cukup tinggi, harga bawang impor lebih murah dibandingkan bawang merah lokal. Ditambah lagi, banyak pelabuhan rakyat tidak resmi membuat pelaku usaha bermain secara ilegal.

“Bawang merah impor yang masuk ke daerah kita ini tidak membayar pajak dan secara jelas ini menimbulkan kerugian pada negara. Dan belum lagi masalah layak atau tidaknya bawang itu dikonsumsi oleh manusia”, sebutnya

Kata dia ,alasan dari pusat belum memberi restu dikarenakan negara Malaysia dan Thailand belum masuk kerjasama Bawang impor dengan Indonesia , yang sudah menjalin kerjasama itu seperti amerika,venezuela dan beberapa negara lain. Untuk memperjuangkan ini kami mengharapkan dukungan semua pihak masalah ini agar tidak ada lagi bawang ilegal yang masuk kedumai.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *