ENAM SEKOLAH DUMAI MASUK Pilot Project Ramah Anak

DIAN2DUMAI– Isu kekerasan terhadap anak sekarang ini bukan lagi isu lokal dan dianggap ringan. Bahkan UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak telah memastikan dan semakin memperkuat pentingnya perlindungan anak sebagai upaya dan jaminan dari pemerintah untuk berkomitmen menyelamatkan aset bangsa yang terbesar tersebut.

Untuk itulah, Pemerintah Kota Dumai melalui Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) menggelar ‘Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Pengembangan Kebijakan Perlindungan Anak di Sekolah Melalui Pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA)’, Senin (14/3) di Hotel Comfort Dumai. Semiloka secara resmi dibuka Wakil Walikota (Wawako) Dumai, Eko Suharjo SE.

”Pembangunan SDM merupakan tonggak awal eksistensi bangsa, faktanya 37 persen penduduk Indonesia berusia dibawah 20 tahun sehingga tantangan kedepan begitu kompleks terlebih lagi dengan adanya MEA. Jika sejak dini kita tidak mampu mempersiapkan generasi yang rentan ini untuk berdikari, trampil, inovatif, berwawasan kebangsaan, berbudaya dan berakhlak mulia nicaya eksistensi bangsa kedepannya sulit dipertahankan,” ujar Wawako.

Eko Suharjo mengajak mengoptimalkan pola asuh dan pendidikan anak baik dilingkungan keluarga maupun sekolah. Karena generasi tangguh tidak lahir sendirinya melainkan melalui proses pembelajaran dan pembinaan terstruktur. Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah sekolah yang berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab.

”Pemerintah Kota Dumai sangat mengapresiasi ada enam sekolah dijadikan pilot project sekolah ramah anak dan saya berharap model ini betul-betul menjadi percontohan bagi sekolah lainnya. SRA harus terbuka dan melibatkan anak berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial serta mendorong tumbuh kembang dan 
kesejahteraan anak. SRA haruslah aman, bersih, sehat, hijau, inklusif, nyaman bagi perkembangan fisik, psikososial anak termasuk yang berkebutuhan khusus,” ungkap Wawako seraya meminta dukungan lintas sektoral demi terwujudnya SRA di Kota Dumai.

Panitia pelaksana Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Badan KBPPPA Kota Dumai, Irfan Wahyudi SKM MKes menjelaskan Semiloka digelar karena belum adanya kebijakan perlindungan anak sekaligus mekanisme penanganan khusus dalam lingkungan sekolah membuat lemahnya perlindungan anak, padahal anak merupakan warga sekolah yang terbanyak. Guna menyiapkan berbagai perangkat kebijakan dan meningkatkan program perlindungan anak di sekolah, Pemko Dumai melalui Badan KBPPPA mendorong terwujudnya model sekolah yang mampu menjadi tempat tumbuh kembang ideal bagi anak yaitu Sekolah Ramah Anak (SRA).

”Ada enam sekolah sebagai pilot project Sekolah Ramah Anak yaitu SDN Binsus Kota, SDN 012 Purnama, SMPN 1, SMPN 2, SMAN 2 dan SMAN Binsus Kota Dumai. Saat ini posisi Dumai sebagai Kota Layak Anak (KLA) kategori pratama dan menurut Kementerian PP RI bahwa 2017 Dumai dinilai layak meraih kategori nindya, melihat progress Dumai yang menunjukkan komitmen nyata terhadap pemenuhan hak anak,” tukas Irfan Wahyudi.  Tim Ahli Pengembangan KLA Kementerian PP RI, Taufik menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemko Dumai dalam pemenuhan dan perlindungan hak anak. Ada lima level mencapai KLA yaitu pratama, madya, nindya, utama dan KLA. Meskipun Dumai baru pratama namun untuk kabupaten/kota se-Riau dimana Dumai yang pertama menunjukkan komitmennya dengan mengadakan Semiloka ini.

”Saya kira ini sangat luar biasa, dibandingkan daerah lain di Riau maka Dumai sudah melangkah lebih maju dengan mengembangkan model Sekolah Ramah Anak untuk 6 sekolah sebagai pilot project. Saya berharap kedepan Dumai semakin baik wujud perlindungan anaknya melalui SRA,” ungkap Taufik.Semiloka dihadiri Plt Kepala Badan KBPPPA H Kadarisan Arif MSi, Asisten I H Dermawan, Anggota Komisi I DPRD Yukhrotul Ahyuni, para kepala sekolah, guru, pengawas, komite sekolah, Forum Anak Riau dan Kota Dumai, peserta didik serta undangan lainnya. Peserta Semiloka 100 orang dengan narasumber dari Kementerian PP RI, Forum Anak Kota Dumai, Dinas Pendidikan dan BP3AKB Provinsi Riau. (*/FR)

 

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *