Entah Ape Kesahlah, RAPBD Molor lagi. Tertunda Tiga Jam, Ehhh…Dihadiri 15 Anggota

18-Pengesahan RAPBD Meranti kembali tak jadi diketuk, membuat pertanyaan besar pada masyarakat Meranti.SELATPANJANG  — Nampaknye Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Meranti masih gamang mengesahkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kepuluan Meranti Tahun Anggaran 2016, memang sebelumnya sempat diwacanakan pengegasahan RAPBD Meranti akhir Desember 2015 tahun lalu. Tapi sayang seribu kali sayang, sidang yang sudah dijadwalkan pada hari Senin (18/1) seharusnya dimulai pada pukul 09:00 WIB itu kini kembali ditunda.

Rapat yang tadinya sudah dihadiri oleh 15 anggota dewan dan puluhan kepala SKPD pun satu persatu meninggalkan ruang tersebut, sedangkan PJ Bupati yang seharusnya hadir tampak diganti dengan Sekretaris Daerah. Banyak spekulasi yang berkembang dari molornya Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2016 karena sidang rapat terlihat tidak mencapai kuorum, Senin (18/1).

Jelas salah seorang masyarakat ahli politik Kabupaten Kepuluan Meranti, Dedy menejalaskan rapat paripurna yang dihadiri oleh dewan serta jajaran Pemerintah Daerah Meranti disambangi berdasarkan undangan yang disebarkan oleh pihak DPRD. Jelasnya lagi, jika DPRD sudah menyepakati pembahasan tersebut kenapa harus ditunda tidak melalui mekanisme pembahasan terlebih dahulu.

“Dari informasi yang saya terima Rapat yang tadinya hanya dihadiri 15 anggota dewan dari total 30 anggota dewan pada kemana selebihnya. bisa ditafsirkan hanya setengah dari itu yang setuju atas disusunnya RAPBD 2016 tersebut” jelasnya dengan penuh semangat.Tambah lagi, dari informasi yang berkembang, tidak seorang pun anggota dewan yang ditunggu hadir untuk melengkapi kuorum, diperparah lagi banyak kepala SKPD yang meninggalkan ruang sidang. Sedangkan Pj Bupati yang seharusnya hadir, tampak digantikan denganS ekretaris Daerah pulak.

“Selain itu juga sidang pengesahan APBD inikan sudah dijadwalkan hari ini. Setiap anggota dewan pasti sudah dikonfirmasi untuk hadir, namun setelah ditunggu tidak juga timbul,” kacau-kacau,” jelas Dedi.

Menurut penjelasan dari keterangan Ketua DPRD Meranti, dan juga Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Fauzi Hasan menjelaskan, hingga saat ini, RAPBD belum bisa disahkan menjadi APBD 2016, karena masih harus dilakukan pembahasan rasionalisasi ditingkat komisi.

“Hal ini disebabkan terjadinya pemotongan dana perimbangan  dan dana bagi hasil (DBH) oleh Pemerintah Pusat. Sehingga seluruh Satuan Perangkat Daerah (SKPD) harus menyusun ulang Rencana Kerja Anggaran (RKA) agar sesuai dengan PAD kita. memang sebelumnya SKPD telah selesai menyusun RKA sesuai dengan PAD sebelum adanya rasionalisasi anggaran akibat pemotongan Dana Perimbangan tersebut” jelas Fauzi ketika mengadakan konfrensi Pers.

Molornya pengesahan tersebut, lebih disebabkan masih adanya pembahasan oleh Badan Anggaran (Banggar) dengan SKPD. Pembahasan APBD sedikit alot, karena harus dilakukan secermat mungkin, agar kebutuhan pembangunan daerah dapat terakomodir maksimal. “Kami sudah berjanji, untuk memaksimalkan pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti, kegiatan yang hanya bersifat seremonial tidak ada lagi pada tahun 2016,” ujar Fauzi.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *