Februari Dipungut, Dishub Benahi PAD Retribusi Parkir

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perhubungan kota Dumai sedang membenahi tata cara penyelenggaraan parkir di Jalan umum.
Retrebusi parkir yang selama ini hilang bakal di ambil alih Dinas Perhubungan kota Dumai. Pasalnya selama dua tahun silam pemerintah Dumai kehilangan PAD dari pendapatan parkir dikarenakan status jalan nasional.
Dengan dibenahi Perwako sebagai penyelenggaran, kini sedang menanti SK dari Walikota Dumai. Pada item pengelolaan parkir Dinas Perhubungan akan menetapkan zona parkir.
Kini Dishub Kota Dumai hanya tinggal menunggu Perwako saja dan retribusi parkir langsung bisa dipungut. Targetnya sekitar pertengahan Februari semua parkir di badan jalan di Kota Dumai sudah bisa masuk ke kas daerah.
“Ini sudah diajukan draffnya, jadi  mudah-mudahan dengan sudah ditandatangani perwako tersebut, kita sudah bisa mengambil PAD yang selama ini hilang,”tutur Kabid Lalu Lintas, Anton Budi Dharma. Jumat (27/01) kemarin.
Diakui selama ini, retrebusi parkir yang dipungut memang ilegal, masuk ke kantong pribadi oknum yang tidak diketahui. “Ini kan uang negara, sangat disayangkan PAD hilang saja,”tuturnya.
Dikatakannya, untuk pengelolaan parkir nantinya akan ditetapkan zona-zona. Sebelum penetapan tersebut pihaknya akan melakukan survei. “Senin mendatang kita akan survie untuk menetapkan zona,”sebutnya.
Untuk pengelolaan parkir akan diserahkan ke pihak ketiga dan mereka akan melakukan penandatanganan kontrak. “Pengelola juga harus memenuhi persyaratan, salah satunya harus berbadan usaha, tidak boleh perorangan,”tuturnya.
Pengelola akan diberi karcis parkir yang keluarkan dishub Kota Dumai, jadi setiap juru parkir yang ada harus ada karcis. “Kalau tidak ada karcis artinya pungli,”terangnya.
Anton mengatakan untuk tahun ini target retrebusi parkir di Kota Dumai ditargetkan mencapai Rp1,6 miliar. “Waktu tidak banyak lagi, ini harus segera, semua tahapan sudah disusun, semoga sesuai dengan tahapan,”katanya.
Selain parkir dibadan jalan, pihaknya juga kedepannya melakukan pengelolaan terhadap pajak parkir dan kantong parkir yang ada di perusahaan. “Namun kita fokus dulu pada parkir dibadan, baru kemudian kita kelola potensi parkir lainnya,”tutupnya.(*/FR)
Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *