Festival Melayu Modern STAIN Bengkalis Resmi Ditutup

pkningBENGKALIS — Pergelaran Festival Seni Fotografer dan Budaya Melayu Modern yang bertajuk “Bekodak-kodak Budak Kenen“ Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis yang berlangsung sejak tanggal 03 hingga 05 Mei 2016 resmi ditutup Ketua Prodi Siyasah Syariyyah sekaligus Pembina UKM Lensa, M Subli, M.Si di Lapangan Parkir STAIN Bengkalis jalan Lembaga-Senggoro Bengkalis.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Siyasah Syariyyah dan UKM Lensa itu, memperlombakan lomba seni dan budaya Melayu Modern di Bengkalis. Seperti lomba Foto atau selfiala Melayu.

Perlombaan yang diikuti oleh Mahasiswa/I STAIN Bengkalis ini berlangsung dengan meriah, meskipun diguyur hujan tetap tidak membuat semangat mahasiswa-mahasiswa dalam berkreatifitas. Pada event perdana ini, Siti Nazura mahasiswi asal Pendidikan Agama Islam berhasil menyabet juara 1 pada kategori Foto atau selfi tunggal dengan 249 like dari media sosial facebook, sementara Juhria Surwaty, Junida dan Lilha berhasil dalam kategori grup.

.

M. Subli, M.Si, dalam sambutannya pada acara penutupan, menyampaikan pujian atas keberanian panitia yang begitu kreatif dalam menggelar acara ini, meskipun dengan dana seadanya, tapi tidak membuat kendur semangat mereka.

“Event ini memang berdampak positif bagi generasi muda kita. Karena, virus foto dan selfi sudah mulai mengakar ke semua lini, tidak terkecuali mahasiswa. Oleh karena itu , agar foto tidak disalahgunakan, alangkah baiknya digunakan untuk ajang promosi budaya Melayu sebagai urat nadi kampus STAIN Bengkalis.” katanya.

Untuk itu, M. Subli berharap ke depan Kampus dan Pemerintah Daerah terkait lebih bisa memberikan waktu dan ruang terhadap kreatifitas anak-anak muda dalam mengembangkan budaya Melayu di kota Bengkalis agar dapat mengekspresikan dan menyalurkan bakat karya seninya di masyarakat.

Sementara itu Ketua Panitia, yang diwakili oleh Kemas Ridho Aufa mengatakan acara yang berlangsung selama tiga hari ini telah banyak memakan tenaga dan pikiran, karena memang peserta cukup antusias dalam mensukseskan acara ini, tidak tertutup kemungkinan para dosen, Kabag dan Pimpinan Kampus juga turut mewarnai Festival ini.

Acara yang telah dibuka oleh Ketua STAIN Bengkalis yang diwakili oleh Wira Sugiarto,M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan bagi seorang penjelajah, sebuah foto tidak hanya sekadar sebagai kenangan atas kegiatan yang ia lakoni, tetapi sekaligus menjadi salah satu bagian dari dokumentasi ekspedisi. Ada sejumlah catatan yang membuktikan bahwa dunia penjelajah amat lekat dengan fotografi. Itu sebabnya, foto bukan lagi sekadar barang kenangan aktivitas penjelajahan, tetapi sebagai bukti dan dokumentasi mengenai alam yang pernah dijelajahi.

“Pastinya, fotografi menjadi media komunikasi dan juga catatan atas sebuah peristiwa dapat menjadi kampanye untuk meniupkan semangat kerja, kreatif, dan masa depan bagi siapa saja di negeri ini” ujarnya.

Kabag AUAK yang turut hadir. H. Mansyur, S.Ag menuturkan sangat mengapresiasi kreatifitas Mahasiswa yang mengelar festival ini, dengan berbudaya melayu sesuai dengan harapan Ketua STAIN Bengkalis Prof Samsul Nizar dan akan berusaha untuk menganggarkan kegiatan ini pada tahun yang akan datang.

“Insya Allah pada tahun yang akan datang diusahakan kegiatan ini di masukkan ke dalam anggaran dipa” sebut Kabag sembari di sambut dengan tepukkan tanga dan sorakan yang hangat peserta yang hadir.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *