GOR Remaja Rusak, Dispora Riau Polisikan HMI Makassar

hmi rusuh31PEKANBARUĀ  – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau melaporkan massa Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Makassar atas dugaan pengrusakan GOR Remaja Pekanbaru, Riau.

Laporan yang diterima Mapolresta Pekanbaru tersebut dibenarkan oleh Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putu Wicaksono.

Joko Suyono, pelapor yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di Dispora Riau tersebut melaporkan kerugian atas pengrusakan gedung yang diduga dilakukan oleh massa HMI Makassar.

“Kita sudah terima laporannya. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan,” katanya, Rabu (25/11/2015).

Ada pun dalam laporan tersebut, dicantumkan seluruh aset dan fasilitas yang dirusak. Diantaranya seperti 8 unit pot tanaman, 30 unit lampu taman, 5 unit lampu tembak, sejumlah keramik, 3 blok pos security.

Selanjutnya 8 unit rambu parkir, paving block, 33 buah besi gril, 25 buah tong sampah, 7 unit hydran box, 1 unit gawang, pagar keseluruhan, 42 unit ac out door dan 50 buah akrilik.

Diberitakan sebelumnya, massa HMI asal Sulselbar, salah satunya dari Makassar melakukan aksi pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas umum di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (21/11/2015). Seperti diantaranya halte bus Trans Metro Pekanbaru di depan GOR Remaja. Selain itu, mereka juga diduga merusak dan melempar kaca GOR Remaja tersebut.

Kedatangan mereka ke Riau adalah sebagian besar sebagai rombongan liar (Romli) atau simpatisan pada acara Kongres XXIX HMI di Riau. Namun tuntutan penginapan dan makan saat mereka datang tidak bisa dan tidak dipenuhi oleh pihak panitia penyelenggara. Sehingga mereka melancarkan aksi pengrusakan hingga memblokade Jalan Sudirman Pekanbaru untuk beberapa saat.

Polda Tetapkan 8 Tersangka
Kepolisian Daerah (Polda) Riau akhirnya menetapkan delapan orang sebagai tersangka pembawa senjata tajam dan senjata api. Delapan orang yang merupakan simpatisan dan peserta Kongres XXIX Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) diamankan melalui sweeping di 3 lokasi, Senin (23/11/2015).

Di antaranya kawasan Purna MTQ, GOR Remaja dan Universitas Riau (UR) di Gobah, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Riau. Dimana 7 di antaranya mengaku berasa dari Sulselbar dan satu lagi merupakan mahasiswa dari Ambon.

Namun yang menjadi fokus adalah senjata yang digunakan untuk menjatuhkan korban Syahroni, mahasiswa UIN Suska yang terkena sumpit berpeluru racun di bagian punggung, Senin (23/11/2015) dini hari tadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Rivai Sinambela, saat ekspos di Mapolda Riau, Senin (23/11/2015), menyebutkan, diduga senjata sumpit tersebut mengandung racun.

Cara kerjanya, sumpit (peluru) yang terbuat dari besi diruncingkan kemudian dicelupkan ke dalam cairan yang diduga racun cuka. “Kemudian baru ditembakkan dengan media ketapel,” katanya.

Namun pihak Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai identitas delapan tersangka. Apakah semuanya memang merupakan mahasiswa atau tidak.

Delapan tersangka tersebut akan dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman 10 tahun kurungan penjara. (hlc)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *