Guru Duri Ikuti Seminar dan Sertifikasi Metode Cahayaku

duri21DURI  – Sebanyak 400 tenaga pengajar yang terdiri dari guru-guru MDTA se-kecamatan Mandau dan SIT Al Kautsar mengikuti Seminar dan Sertifikasi Metode Cahayaku yang digelar YPIT Al Kautsar Duri selama 3 hari (2-4 September 2016) bertempat di Aula Lantai III Gedung SMPS IT Al Kautsar. Kegiatan ini menghadirkan 4 narasumber dari Umul Quro Bogor yaitu sekolah yang merumuskan lahirnya metode membaca Al Quran dengan cepat menggunakan langgam Muhammad Thoha Al Junaidi.

“ Di Al Kautsar kami menggunakan buku-buku Cahayaku (Nuri) yang diterbitkan Umul Quro Bogor. Dan kami sudah menerapkan metode ini selama dua tahun. Alhamdulillah, siswa kelas 2 SD sudah bisa lancar membaca Al Quran menggunakan langgam,’’ ujar Ketua YPIT Al Kautsar Duri H. Yulizar Uyun, Sabtu (3/9) di sela-sela acara.

Agar metode ini juga bisa dipelajari dari diterapkan guru-guru MDA di Kecamatan Mandau, pihaknya, lanjut Yulizar Uyun mengundang ratusan guru-guru MDTA untuk ikut seminar dan sertifikasi tersebut. “ Kami ingin berbagi ilmu dengan guru-guru MDTA. Mudah-mudahan metode membaca Al Quran yang sudah kami jalani bisa diterapkan di semua MDTA. Siapa orangtua yang tak senang melihat anaknya pandai membaca Al Quran dalam waktu cepat,’’ paparnya.

Para guru yang mengikuti sertifikasi Metode Cahayaku dibagi dalam dua kelas, 50 orang guru satu kelas. Guru-guru yang dinilai punya kemampuan mengajar metode ini akan mendapatkan sertifikat. “ Yang dinilai belum mampu diharapkan terus belajar, walaupun itu guru kami sendiri, jangan patah semangat,’’ ungkap Yulizar Uyun.

Di tempat yang sama, salah satu narasumber yaitu Syamsudin yang juga menjabat Ketua 1 Bidang SDM Umul Quro Bogor, cara membaca Al Quran Metode Cahayaku yang kini sudah diterapkan dibanyak lembaga pendidikan di Jawa, merupakan hasil gagasannya. Dimana pada tahun 2008 lalu ia bersama 8 orang pengajar merumuskan cara mudah membaca Al Quran, standar dan menggunakan langgam yang disukai banyak orang yaitu Muhammad Thoha Al Junaidi.

“ Kita menerapkan metode membaca Al Quran ini dalam bentuk buku. Ada untuk anak TK, empat jilid untuk SD dan ada juga untuk SMP. Target kita, satu semester anak-anak bisa menamatkan 1 jilid, dan pada semester kedua kelas II siswa sudah fasih baca Al Quran. Konten yang dipakai juz 30 karena lebih familiar bagi anak-anak. Membaca Al Quran Metode Cahayaku ini sangat enjoy dan menggembirakan,’’ katanya.

Untuk daerah Riau, baru YPIT Al Kautsar Duri yang menerapkan Metode Cahayaku ini. Syamsudin berharap Al Kautsar dapat menjadi pelopor di Riau dalam mengembangkan cara membaca Al Quran ini. Tiga narasumber lainnya yang mendampingi Syamsudin yaitu  Sintawati, Eko dan Hasan.

Pada hari kedua pelaksanaan seminar dan sertifikasi Metode Cahayaku, Sabtu lalu, pihak yayasan membuat sedikit acara seremonial peresmian penggunaan aula pertemuan yang baru saja selesai dibangun. Pada kesempatan itu juga pihak yayasan memberikan penghargaan terhadap tiga guru yang berprestasi di bidang PTK (Penelitian Tindakan Kelas). “ Aula yang mampu menampung 400 orang ini bisa digunakan pihak-pihak luar yang ingin buat kegiatan pertemuan, pelatihan atau seminar,’’ tukas Yulizar Uyun. (*/FR)

 

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *