HAMIL EMPAT BULAN, Diduga Dicabuli Ayah Kandung

KRIM2DURI- Raut wajah Mawar (19) terlihat tak ada ekpresi saat duduk di bangku panjang depan ruang riksa Polsek Mandau, Sabtu (20/2). Tak ada sepatah kata pun terucap dari bibirnya, saat 4 ibu-ibu menanyakan kondisi kesehatan dan kehamilannya. Mawar hanya menatap kosong ibu-ibu yang merupakan tim satgas perlindungan anak dan perempuan itu.

Mawar adalah salah satu korban dari kebejatan seorang lelaki yang juga merupakan ayah kandung korban dengan tega memperkosa saat dia sendirian di rumah. Tak jauh-jauh, lelaki yang diduga memperkosa Mawar adalah ayah kandungnya sendiri JN (49) warga Babussalam Duri Kecamatan Mandau.

Menurut informasi kerabat Mawar yang berada di Polsek Mandau, kasus itu terungkap saat Mawar di bawa ke kampung di Sumatera Barat untuk menyembuhkan penyakit kudisan yang di deritanya. Penyakit yang tiba-tiba muncul sejak tiga bulan terakhir dan sudah diobati ketika Mawar berada di Duri. Malah keluarganya sempat membawa Mawar berobat ke UPZ Ibadurrahman Duri.

Karena tak kunjung sembuh, akhirnya Mawar di bawa ke kampung. Saat diobati itulah terdeteksi. Ternyata tak hanya kudisan, tapi dia juga dalam kondisi hamil 4 bulan.

Berita kehamilannya itu tentu saja membuat geram pihak keluarga. Akhirnya setelah ditanya, Mawar mengaku kalau perbuatan itu di lakukan bapaknya. Kondisi ini membuat keluarga dan warga geram. Kasus ini pun dilaporkan ke pihak kepolisian dan JN segera diamankan.

Kendati sudah hamil 4 bulan, tapi kondisi perut Mawar belum terlalu membuncit. Saat ditanya, dia tak menjawab sedikit pun. Dia hanya memandangi tangannya yang di penuhi bintik-bintik hitam seperti kudisan.

“Diduga dia dalam kondisi depresi berat akibat perlakuan yang diterimanya” ujar salah seorang anggota satgas perlindungan anak dan perempuan yang langsung membawa Mawar ke salah satu ruangan untuk melakukan pendekatan.

Sementara itu saat kasus pencabulan anak ini dikonfirmasi ke Kapolsek Mandau Kompol Taufiq Hidayat T. melalui pesan singkat nya, Senin (22/2) belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *