Heboh, Ada Hiasan Dinding Berlafaz Allah Dalam “Kelenteng”

klsBANTAN– Tempat ibadat umat Budha atau biasa disebut Kelenteng di kawasan Kucing Gila Bantan Tua, Kecamatan Bantan,  Kabupaten Bengkalis tiba-tiba ramai diperbincangkan orang.

Sebabnya, tempat ibadat dengan luas lebih kurang 1,5m x 2 m, ada hiasan dinding berlafaz Allah (dalam tulisan Arab) terpajang persis di atas patung sesembahan mereka.

Prihal hiasan dinding berlafaz Allah tersebut, pertama kali dilihat oleh tim ronda malam warga setempat. Berawal dari isu-isu, tim ronda malam langsung mengecek ke kelenteng. Alhasil, mereka menemukan hiasan dinding berlafaz Allah di atas patung dalam kelenteng. Selain itu, ditemukan tasbih berlafaz Allah yang berlilitan dileher patung.

“Kita tahunya dari warga yang ronda tadi malam, barang ini informasinya sudah lama, ronda cek malam tadi ternyata benar, ” kata warga setempat Abdul Ma’ruf, Selasa (3/1).

Dikatakan, ditemukannya perhiasan dinding berlafaz Allah sempat menghebohkan warga. Puluhan warga berdatangan ke kelenteng ingin melihat langsung kondisi kelenteng,”Pagi tadi ramai masyarakat kesitu, kita laporkan ke Sekdes, sekdes lapor ke Polsek,”ungkap Ma’ruf.

Sementara itu, Kapolsek Bantan AKP Yuherman menyebutkan kasus tersebut saat ini masih dalam pemeriksaan di unit reskrim Polsek Bantan. “Pemilik sekaligus pengurusnya saat ini sedang kita periksa,” singkat Kapolsek.

Terpisah, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, H Amril MAg saat dihubungi mengatakan MUI Kabupaten Bengkalis masih menunggu hasil pertemuan para tokoh masyarakat tokoh agama dan MUI Kecamatan Bantan serta pihak-pihak lainnya terkait penemuan lafaz Allah di dinding tempat ibadat tersebut.

Untuk itu kata Amrizal, pihaknya belum bisa mengeluarkan statemen apapun, sehingga ada keputusan atau hasil dari pertemuan para tokoh masyarakat di Kecamatan Bantan. Diakui pihaknya sudah menerima kabar soal lafaz Allah di dinding tempat ibadat tersebut sejak Senin (2/1) malam.

“Dalam kesempatan inisaya mengajak dan menghimbau seluruh lapisan masyarakat, untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan hukum. Kita tunggu apa hasil pertemuan para tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya di Kecamatan Bantan,” himbau Amrizal. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *