HEMPASKAN KEPALA, Leher Disayat, Diseret. Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sadis di Meranti

DUMAI— Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Dumai melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka berinisial IG (23) di Jalan Meranti Darat Gang Simpul Ratusima, Dumai Selatan, Selasa (15/3) sekira pukul 10.00 WIB. Dalam rekonstruktri yang berlangsung sekitar dua jam, tersebut tersangka diperintahkan untuk memperagakan kembali tindak pidana pembunuhan dibawah pengawasan petugas. Reka ulang peristiwa itu memperagakan sebanyak 26 adegan.

Tersangka IG (23) melakukan pembunuhan bersama orang tua angkatnya disebuah rumah bulatan di Jalan Meranti Darat. Tersangka merencanakan pembunuhan guna mengambil sepedamotor milik korban alm Dalena dengan tujuan mau pergi dari Kota Dumai.

Kapolres Dumai AKBP Suwoyo SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Herfio Zaki menjelaskan adegan pembunuhan tersebut. Posisinya, ibu angkat tersangka menghempaskan kepala korban kedinding. Tersangka IG memukul kepala korban dengan menggunakan kayu balok. Lalu tersangka menyayat leher korban menggunakan sebilah pisau. Kejadian itu dilakukan mulanya di dapur, lalu menyeretnya ke kamar mandi.

“Hasil dari rekonstruksi sesuai dengan pengakuan tersangka. Dari hasil otopsi sesuai diakui tersangka IG juga melakukan pelecehan seksual kepada korban,” ujarnya.Pada reka ulang tersebut disaksikan oleh petugas kejaksaan di TKP. Selain itu, tampak hadir keluarga korban dan beberapa warga sekitar yang ikut geram menyorak tersangka IG saat usai rekonstruksi.

Tante korban Boru Harahap (60) yang menyaksikan, menuturkan dirinya puas mengetahui pelaku sudah ditangkap oleh polisi. Ia berharap apa yang menimpa kepada keponaanya itu dapat dihukum setimpal. Dia dia juga sudah ikhlas dan berterimakasih kepada pihak kepolisian yang berhasil mengungkap pelaku pembunuhan secara sadis tersebut.

Usai polisi melakukan rekonstruksi, tersangka IG langsung diamankan kemobil dan dibawa kembali ke Mapolres Dumai. Ia selanjutnya menjalani proses hukum dan tersangka terancam hukuman seumur hidup.Dalam pelaksanaan rekontruksi itu terlihat sejumlah masyarakat setempat memadati areal lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dibatasi police line. Tidak hanya itu saja. Sejumlahpersonil kepolisian juga melakukan penjagaan di TKP, sehingga pelaksanaan rekontruksi dapat  berjalan dengan lancar.

“Kalau tidak dihabiskan, keluar dari penjara dia nanti membunuh dan memperkosa lagi, jangan diberi ampun,” teriak lelaki lain. Melihat hal tersebut Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Dumai langsung meredam dan menenangkan kerumunan masyarakat tersebut. (*/FR)

 

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *