Hilang 8 Jam, Bocah 4 Tahun Ditemukan Tenggelam di Sungai

Ilustrasi

FULLRIAU.COM, BENGKALIS – Aisyah Faiha (4) bocah malang yang hilang sejak pukul 15:00 WIB, Kamis (10/9), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dasar Sungai Bengkalis sekitar 50 meter dari rumahnya. Korban ditemukan tepat pukul 23:26 Wib, oleh warga setempat setelah menyisir sungai tak jauh dari rumahnya. Hilangnya Aisyah secepat kilat menyebar di social media. Poto Aisyah berseliweran di facebook dan group-group Watshap, disertai kalimat bocah hilang dan segera melapor jika ada yang menemukan. Sekitar pukul 19:00 WIB, kediaman Aisyah di Jalan Gatot Subroto Gang Budiman Kelurahan Rimba Sekampung, seketika tumpah rumah oleh warga. Tidak hanya sanak saudara, ratusan warga dari berbagai kelurahan dan desa tetangga juga berdatangan. Terlihat juga anggota Polres dan Polsek Bengkalis di kediaman Wiwit Junianto dan Tatri orang tua Aisyah. Begitu juga tim dari BPBD, Satpol PP dan lainnya. Sayangnya, tida ada satupun yang melihat atau mengetahui dengan persis apakah Aisyah jatuh ke sungai, dibawa orang atau tersesat tidak bisa pulang. Untuk memastikan korban jatuh ke sungai juga rasanya tidak mungkin, karena ibu korban berjualan (warung) persis di depan rumah atau sekitar 3 meter dari sungai, kalau korban terjatuh ke sungai ibunya kemungkinan besar tahu. “Jam satu kurang saya pulang ke rumah, ponakan saya sedang makan bersama anak saya. Sekitar jam satu lewat saya pergi kerja saat itupun ponakan saya masih di rumah. Baru sekitar pukul 3 sore, saat saya pulang ibunya bertanya, apakah saya melihat anaknya, saya jawab tidak,” cerita Nanang paman Aisyah Faiha, Jumat (11/9) pagi. Biasanya kata Nanang, ponakannya tersebut sering bermain di halaman surau tak jauh dari rumahnya atau di rumah saudaranya berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Namun saat dicari di dua lokasi dimaksud, Aisyah tidak juga ditemukan. “Ada dua orang tetangga yang melihat ponakan saya bermain di rumah tetangga, baru sekejap ni Nang dio main di sini, kato kawan tu. Makanya saya macam tak yakin ponakan saya ni jatuh ke sungai,” sambung Nanang. Karena tidak ingin berspekulasi macam-macam, dan haripun terus beranjak malam, sekitar pukul 19:15 WIB, BPBD Bengkalis menerjunkan perahu karet bersama anggota dibantu warga menyisir sungai Bengkalis. Tidak hanya menyisir sekitar rumah, setidaknya ada 6 unit pompong milik warga juga melakukan pencaharian di bagian hilir (arah Selat Bengkalis). “Katanya sekitar pukul 14:00 siang tadi sungai sedang pasang, kalau memang jatuh kemungkinan adik kita ini terbawa arus,” ujar Juliandi salah seorang anggota Polres Bengkalis bersama rekan yang terlihat terus menggali informasi dengan orang tua dan teman bermain korban. Hingga pukul 22:00 WIB, korban masih belum ditemukan, puluhan warga ikut membantu menyisir sungai Bengkalis mulai dari jembatan Rimba Sekampung hingga jembatan jalan Antara depan rumdis Bupati Bengkalis. Ratusan warga tumpah ruah, tidak hanya di sekitaran rumah duka, tapi juga di jembatan jalan Antara dan Rimba Sekampung. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk meminta bantuan “orang pintar”. Suara azan bersahutan, begitu juga shalawat nabi. Sekitar pukul 22:40 WIB, setidaknya 6 orang warga setempat terjun ke sungai menyisir sungai berhampiran rumah korban.

Tersangkut di Kayu Tepat pukul 23:26 WIB, ratusan warga dikagetkan dengan pekikan beberapa orang di ujung turap pinggir sungai, “Dapat Dah”, seketika warga berkerumun menuju asal suara. Takbir dan tangis seketika pecah, ketika dipastikan korban telah ditemukan, sekitar 50 meter dari rumahnya, ”Tersangkut di batang kayu condong,” ujar Eri warga yang menyelam lalu mengangkat jasad korban ke permukaan. Ratusan warga berkerumun di rumah duka, mereka berusaha melihat jasad korban dari dekat. Pintu masuk rumah korban terpaksa ditutup, mengingat ramainya warga yang ingin melihat dan ingin masuk ke dalam rumah. Dari luar rumah terdengar suara tangis dan kalimat-kalimat thayyibah dilantunkan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada yang bisa memastikan dimana posisi persisnya korban jatuh ke sungai. Korban dimakamkan di pemakaman umum Masjid Kuning Senggoro. (Fik)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *