Indonesia Utang ke Jepang Selama 40 Tahun

ABF4F9CE-7B45-458A-B259-AF78C99703FC_mw1024_s_n222JAKARTA – Indonesia mendapatkan kucuran dana investasi sebesar 140,051 miliar yen atau setara dengan Rp15,67 triliun (Rp111 per yen) dari Jepang untuk pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta dan transmisi listrik Jawa-Sumatera.

Konselor Kedutaan Besar Jepang Untuk Indonesia Takuro Tasaka menuturkan, Jepang akan sangat senang membantu Indonesia karena sektor transportasi dan listrik merupakan sektor yang memiliki prospek pertumbuhan yang positif.

“Melalui proyek ini saya yakin jepang dapat berkontribusi terhadap penyediaan listrik di Indonesia di mana sedang berkembang. Jepang ingin bekerjasama lagi dalam proyek seperti ini,” tuturnya di Gedung Kedutaan Besar Jepang Untuk Indonesia, Jakarta, Jumat, (27/11/2015).

Pada proyek MRT Jakarta jalur timur-barat, dana yang diberikan adalah sebesar 1,919 miliar Yen. Dana pinjaman ini harus dikembalikan dalam 25 tahun dengan tingkat suku bunga 0,01 persen per tahun.

Sementara proyek MRT Jakarta jalur Selatan-Utara, memperoleh anggaran 75,218 miliar Yen dan menjadi proyek yang mendapatkan anggaran terbesar di antara proyek lainnya. Dengan pinjaman ini, maka Indonesia memiliki utang selama 40 tahun dengan suku bunga 0,1 persen per tahun kepada Jepang.

Terkahir, pada proyek transmisi listrik Jawa-Sumatera, porsi anggaran yang diberikan adalah sebesar 62,914 miliar Yen dengan masa pengembalian 25 tahun. Pemerintah Indonesia juga harus membayar suku bunga sebesar 1,4 persen.
(mrt/okz)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *