Ini Bukti Pulau Jawa Ternyata Dulunya adalah Lautan

pulau-jawa-_160316010648-118Di Kampung Tambaksari, Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, atau yang dikenal para ahli geologi sebagai Cekungan Cijolang, ahli arkelogi dari Belanda pernah melakukan penelitian di sana.

Pada 1920, Van Houten menemukan fosil vertebrata. Kemudian, cekungan tersebut mulai menjadi pembicaraan para peneliti.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung, Nanang Saptono, menjelaskan, Cekungan Cijolang merupakan suatu cekungan sedimensi (pengendapan). Dari analisis fosil-fosil vertebrata yang ada di cekungan tersebut, Koenigswald pada 1934 mengasumsikan, kumpulan fauna vertebrata di Cijolang merupakan fauna tersendiri yang disebut sebagai fauna Cijolang.

“Sebab, mempunyai ciri fosil tersendiri yang disebut Merycopotamus nanus Lydekker,” kata Nanang, akhir pekan lalu, kepada

Babad Terbentuknya Cirebon

Nanang menerangkan, hewan purba yang hidup di Cekungan Cijolang berumur sekitar 2,2 juta tahun atau sekitar kala Pliosen Tengah. Cekungan tersebut dulunya merupakan wilayah laut dangkal, rawa payau, dan daratan.

Dulu sekali, laut dangkal meliputi wilayah yang dikenal sekarang dengan nama Sodong, Cisanca. Ke utara hingga kawasan Kabupaten Kuningan, Majalengka (Baribis), hingga Cirebon di sebelah selatan wilayah Sindang Laut.

Bahkan, laut dangkal tersebut sampai di wilayah Bumiayu, Tegal, Jawa Tengah. Di Bumiayu, juga ditemukan fosil vertebrata.

Diungkapkan dia, penelitian di wilayah Jawa Tengah dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta. Saling berkoordinasi dengan Balai Arkeologi Bandung di Jawa Barat.

Tebing Citatah Dulunya Palung Laut

tebing-citatah-_160316011107-780Pulau Jawa, kata dia, dulunya lautan. Kemudian yang terangkat lebih dulu Citatah.

Daratan yang terangkat dari sebelah barat dan terus berlanjut ke arah timur. “Jadi, Tebing Citatah dulunya adalah palung laut,” kata Nanang.

Sehingga,  menurut dia, sangat wajar ketika ditemukan fosil kerang laut, buaya dan kuda nil di wilayah Tambaksari. Nanang berkata, Balai Arkeologi Bandung sebenarnya tidak meninggalkan Cekungan Cijolang.

Tapi, saat ini sedang dilakukan penelitian di bagian lain Cekungan Cijolang. Yakni di kawasan Majalengka, Kuningan, dan Cirebon.

Menurut Nanang, masalah penelitian di Cekungan Cijolang menghadapi kendala. “Kurangnya tenaga ahli dibandingkan dengan luasnya Cekungan Cijolang,” ucap Nanang.

 

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *