Ini Dia 5 Daerah Dengan Realisasi Investasi Terbesar

122900_595320_franky_sibarani_jpcomJAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi mencapai 86 proyek di sebelas provinsi pada Juni lalu. Hal itu menunjukkan komitmen investasi di awal tahun mulai terealisasi.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, realisasi investasi terbesar berada di Jawa Tengah dengan 22 proyek. Nilainya mencapai Rp 4,56 triliun. Disusul Jawa Barat dengan 33 proyek dengan nilai Rp 2,48 triliun. Berikutnya, ada Sumatera Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

’’Investasi yang terealisasi dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong ekspor, dan penghematan anggaran melalui produksi barang substitusi impor,’’ ujar Franky di Jakarta kemarin (26/7).

Penyerapan lapangan kerja proyek-proyek tersebut mencapai 20 ribu orang. Sementara itu, peluang kerja yang tercipta berkat proyek-proyek tersebut mencapai lebih dari 30 ribu orang di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Papua.

Potensi ekspor berkat investasi itu mencapai USD 1,2 miliar dan potensi penghematan USD 1,6 miliar.

Direktur Wilayah III Kedeputian Pengendalian Pelaksanaan BKPM Wisnu Soedibjo menyatakan, investor mengeluhkan ketersediaan tenaga kerja terampil dan spesialis, pasokan listrik, serta perizinan daerah.

Permasalahan terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

Lima negara asal investasi terbesar adalah Jepang dengan nilai Rp 1,5 triliun, British Virgin Islands (Rp 1,5 triliun), Korea Selatan (Rp 800 miliar), Tiongkok (Rp 555 miliar), dan Seychelles (Rp 399,9 miliar).

Di antara 86 proyek investasi yang dipantau BKPM, terdapat tiga proyek pembangkit tenaga listrik dengan total daya listrik 217,5 mw. Di antara 86 proyek, terdapat 40 proyek yang selesai konstruksi, sembilan memegang izin usaha, dan 31 proyek tahap commissioning.

Total nilai investasi yang selesai konstruksi mencapai Rp 10,4 triliun. Dengan demikian, terdapat 46 proyek yang masih tahap konstruksi dengan nilai rencana investasi Rp 29,1 triliun. (ken/jos/jpnn)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *