Ini Tantangan Indonesia Menurut Panglima TNI

panglimaJAKARTA – Tahun 2043 disebut sebagai tahun yang mengancam bagi Indonesia. Pasalnya, negeri yang kaya dengan sumber daya alamnya ini bakal diserbu penduduk dari negara lain.

Wacana itu diungkapkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengisi diskusi ‘Meruwat Indonesia, Menjaga NKRI’ yang diinisiasi oleh Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas FOKAL IMM).

Gatot mengatakan, konflik yang memperebutkan sumber daya minyak saat ini akan bergeser pada pertarungan perebutan ‎bahan makanan nantinya.

“Negara di sekitar ekuator dikenal punya sumber daya alam yang melimpah,” kata dia, di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2016).

‎Tantangan itu, lanjut dia, akan semakin diperparah oleh negara-negara di sekitar Indonesia yang ingin masyarakat terpecah belah. Salah satu caranya yaitu melalui serangan teroris dan penyebaran narkoba.‎

Selain itu, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) ini juga menuturkan bahwa terorisme menjadi cara legal negara-negara lain untuk masuk ke berbagai wilayah. Contohnya adalah rencana ISIS untuk membangun markas di kawasan Filipina bagian selatan.‎ Markas itu, lanjut dia, disebut akan menjadi basis penyebaran paham radikal yang digaungkan ISIS di Asia Tenggara.‎

“Tujuannya untuk menguasai Indonesia,” ungkap dia.

Lebih dari itu, ancaman yang tak kalah menakutkan ketimbang terorisme yakni peredaran narkotika. Perang menggunakan barang haram ini sejarahnya digunakan Kerajaan Inggris Raya saat hendak menguasai Taiwan dan Hong Kong.‎

Gatot berujar, barang haram itu tengah merajalela di Tanah Air. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), selama tiga tahun terakhir terjadi lonjakan pesat peredaran narkotika di Indonesia.

Pada 2013, lembaga pimpinan Budi Waseso (Buwas) ini berhasil menyita 542,6 kilogram narkotika. Jumlah itu kemudian bertambah besar pada 2014 dengan total 1,1 ton.

‎”Pada 2016, BNN berhasil menyita 4,5 ton. Jumlah yang cukup untuk jutaan warga Indonesia,” ucap dia.‎

Oleh karena itu, Gatot berharap masyarakat menguatkan kembali kebinekaan Indonesia. Selain itu, masyarakat diminta untuk bergotong royong.

“Kita harus berkaca pada sejarah masa lalu, Sriwijaya dan Majapahit yang hancur karena perpecahan oleh masyarakatnya sendiri,” pungkasnya.

(ulu/okz)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *