IRWAN-SAID HASYIM Diiringi Maju tak Gentar

SERAHKAN SKPEKANBARU — Mentari di ufuk Timur mulai semakin menyengat, jarum jam pun sudah menunjukan pukul 08.30 WIB, namun para undangan masih terlihat berada di luar Gedung Daerah, Jalan Diponogoro, tempat berlangsungnya helat pelantikan sejumlah bupati terpilih di Riau yang menang dalam Pilkada 9 Desember 2015 lalu.

Sesuai undangan yang disebarkan Pemerintah Provinsi Riau, pelantikan berlangsung pada pukul 08.00 WIB, namun para pejabat Meranti, tokoh masyarakat masih berada di luar. Untuk masuk ke dalam gedung menyaksikan langsung harus melewati pintu x-ray dan pemeriksaan megaditektor. Selanjutanya, harus harus menuai kecewa karena tempat duduk hanya tersedia bagi undangan yang memegang undangan VIP.

Di dalam gedungpun para undangan harus berebut kursi, sehingga kursi yang sudah tersusun rapi nampak agak beralih dari posisinya.Kondisi gedung daerah yang berkapasitas 300 undangan itu memaksa para pejabat Meranti seperti Wakil Ketua DPRD Meranti. Muzamil, Assisten 1, Alizar, Kadispenda Bambang, para camat dan tokoh masyarakat Meranti mengikuti pelaksanaan pelantikan dari tenda sebelah kanan gedung yang sudah disediakan dua unit televisi dan dua unit speacker B-3 oleh panitia.

Sekitar pukul 08.45 WIB barulah para bupati dan walikota yang dilantik tiba di gedung daerah. Sementara itu Plt Gubernur Riau, Andi Rahman, sudah berada di gedung dan duduk pada tempat yang sudah tersedia.Melangkah memasuki tempat pelantikan, empat kepala daerah dan wakilnya berbaris berbanjar dan ketika kaki mereka melangkah diiringi dengan lagu “Maju tak Gsntar” dari marchingband yang berada di belakang para kepala daerah tersebut.Sesampai pasa posisinya, kepala daerah yang dilantik berbaris lurus sebelah kanan pada posisi berdirinya gubernur, sedangkan wakil kepala daerah terpisah berada di sebelah kiri. 

Setelah protokol membacakan SK Mendagri tentang kewajiban dan hak kepala daerah gubernur Riau pun mengambil posisi di depan para kepala daerah yang hendak dilanrik.Tepat pukul 09.08 WIB, gubernur Riau ini membacakan sumpah jabatan yang hanya berlangsung selama 3 menit. Selanjutnya, kepala daerah dan wakilnya menanda tangani SK sebagai pemimpin di daerah masing-masing.

Seperti biasa, setelah menanda tagani SK sebagao kepala daerah gubernur Riau atas nama Mendagri memberi kata elu-eluan, kemudian dilanjutkan pembacaan doa dari Kanwildepag, Tarmizi Tohar.Usai pelantikan, sebelum ucapan selamat para kepala daerah dan undangan disuguhkan lagu tradisional Riau, “Lancang Kuning.”

“Kenapa harus lagu Lancang Kuning, karena pemimpin harus  seperti nakhoda yang mengedepankan kepentingan penumpang. Pemimpin bahari adalah pemimpin yang mendahulukan kepentingan masyarakatnya,” kata Assistdn I Pemprov Riau yang juga mantan Pj Bupati Meranti, Edy Kusdarwanto, kepada Meranti Ekspes (ME) seusai pelantikan.Ada hal yang membuat sejumlah wartawan, terutama media online, menjadi gamang ketika pelantikan akan dilaksanakan, secara tiba-tiba jaringan telekomunikasi mendadak hilang signal. ”Tadi jaringan bagus, kenapa sekarang tak ada sinyal,” kata Rizik, wartawan di Pekanbaru.

Hilangnya sinyal, dalam catatan ME hampir satu jam. Usai pelantikan, pas pada sesi salaman ucapan selamat sinyal telepon genggam kembali penuh. Konon, masalah sinyal hilang pada acara pelantikan kepala daerah, bukan cerita baru. “Saat pelantikan Annas Makmun sebagai gibernur Riau juga hilang sinyal, malah sampai 5 jam,” kata Rizik.

Pantauan ME, dari sekian banyak karangan bunga yang memenuhi Jalan Diponogoro tempat helat pelantikan, hampir satu kilo, karangan bunga ucapan selamat kepada Bupati Meranti, Drs H Irwan Msi, nampak lebih dominan dari pada kepala daerah lainnya. ”Ini salah satu bukti Irwan sangat disambut kembali memimpin Meranti,” kata Iwan, salah seorang masyarakat Meranti yang berdomisili di Pekanbaru.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *