JANGAN TAKUT, BLT Ini Diperpanjang hingga 2021: Subsidi Gaji , PKH Kemensos, UMKM dan Kartu Prakerja

FULLRIAU.COM— Langkah pemerintah untuk menanggulangi imbas Covid 19 termasuklah dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Jangan takut, ini 4 BLT yang akan diperpanjang hingga 2021.

Tujuannya untuk melanjutkan sejumlah program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tahun ini pada 2021 mendatang.

Pada RAPBN 2021, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 419,31 triliun. Kebijakan ini pun telah disetujui oleh DPR.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan kasus Covid-19 masih akan terus bergerak, meski pemerintah juga mengharapkan keberadaan vaksin pada tahun depan.

“Program lanjutan prioritas bansos ada empat,” kata Airlangga dikutip dari Antara, Selasa (8/9/2020).

Berikut 4 BLT yang dilanjutkan pada tahun depan, seperti dikutip FIXRIAUPESISIR dari Berita DIY:

  1. BLT Subsidi Gaji

Bantuan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan menyasar karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Pencairan BLT ini dimulai sejak 27 Agustus lalu.

  1. Kartu Prakerja

Kartu Prakerja dibuat pemerintah untuk membantu mereka yang terdampak pandemi, khususnya karyawan yang terkena PHK dan pengangguran. Peserta dari program ini akan mendapatkan bantuan insentif untuk pelatihan kerja sebesar Rp 1 juta per bulannya.

  1. BLT UMKM

Pemerintah membantu para pelaku usaha UMKM lewat program dana hibah. Skemanya yakni kucuran bantuan UMKM Rp 2,4 juta yang ditransfer lewat rekening.

Bantuan pemerintah ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha kecil dari dampak negatif pandemi virus corona. Total ada 12 juta UMKM yang akan menerima bantuan tersebut.

  1. BLT PKH Rp 500 Ribu per KK
    Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial yakni bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp 500.000 atau bansos Rp 500.000 untuk masyarakat yang bukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

BLT untuk sembako non-PKH ini menyasar 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap penerima mendapatkan dana tunai sebesar Rp 500.000 ( BLT Rp 500.000).***

FIXRIAUPESISIR.COM — Langkah pemerintah untuk menanggulangi imbas Covid 19 termasuklah dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Jangan takut, ini 4 BLT yang akan diperpanjang hingga 2021.

Tujuannya untuk melanjutkan sejumlah program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tahun ini pada 2021 mendatang.

Pada RAPBN 2021, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 419,31 triliun. Kebijakan ini pun telah disetujui oleh DPR.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan kasus Covid-19 masih akan terus bergerak, meski pemerintah juga mengharapkan keberadaan vaksin pada tahun depan.

“Program lanjutan prioritas bansos ada empat,” kata Airlangga dikutip dari Antara, Selasa (8/9/2020).

Berikut 4 BLT yang dilanjutkan pada tahun depan, seperti dikutip FIXRIAUPESISIR dari Berita DIY:

  1. BLT Subsidi Gaji

Bantuan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan menyasar karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Pencairan BLT ini dimulai sejak 27 Agustus lalu.

  1. Kartu Prakerja

Kartu Prakerja dibuat pemerintah untuk membantu mereka yang terdampak pandemi, khususnya karyawan yang terkena PHK dan pengangguran. Peserta dari program ini akan mendapatkan bantuan insentif untuk pelatihan kerja sebesar Rp 1 juta per bulannya.

  1. BLT UMKM

Pemerintah membantu para pelaku usaha UMKM lewat program dana hibah. Skemanya yakni kucuran bantuan UMKM Rp 2,4 juta yang ditransfer lewat rekening.

Bantuan pemerintah ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha kecil dari dampak negatif pandemi virus corona. Total ada 12 juta UMKM yang akan menerima bantuan tersebut.

  1. BLT PKH Rp 500 Ribu per KK
    Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial yakni bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp 500.000 atau bansos Rp 500.000 untuk masyarakat yang bukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

BLT untuk sembako non-PKH ini menyasar 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap penerima mendapatkan dana tunai sebesar Rp 500.000 ( BLT Rp 500.000).***

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *