Kadisdik: Guru Tidak Produktif Dirasionalisasi

150106051733-mengajar-di-gor-guru-sdn-lebakwangi-01-terpaksa-gogorowokan-BAGANBATUĀ  — Menanggapi berkembangnya rumor rasionalisasi tenaga honorer di dalam lingkup Disdik (Dinas Pendidikan) Kabupaten Rokan Hilir, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rohil, Ir Amiroeddin mengungkapkan bahwa hal itu akan diberlakukan bagi tenaga honor yang tidak disiplin atau tidak produktif dalam melaksanakan tugasnya.

“Kalau misalnya dia sebagai guru yang selama ini tidak pernah masuk, tidak pernah mengajar, menerima gaji buta itu yang kita rasionalisasi, tapi kalau yang aktif hadir mengajar tentu tidaklah, ini yang akan kita pertahankan,” katanya di hadapan sejumlah awak usai kegiatan inventarisir dan verifikasi tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Rohil di Ball Room Hotel Bintang Mulia Bagan Batu.

Lanjut Amiroeddin dalam hal rasionalisasi terhadap guru seperti tersebut di atas, pihaknya menampik tudingan bahwa rasionalisasi ini adalah bagian dari pemangkasan tenaga guru honorer tetapi rasionalisasi adalah bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan,

“Bukan pemangkasanlah istilahnya kita kan hanya ingin mendapatkan pendidikan yang berkualitas untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, gurunya harus yang berkualitas, “ucap Amiroeddin.

Adapun kriteria guru berkualitas menurut Ketua KAHMI Rohil ini ada 3 kategori, “Guru yang berkualitas itu ada 3 yang pertama guru harus Jujur, yang kedua guru memiliki kompetensi, yang ketiga adalah guru harus memiliki disiplin yang tinggi, namun apabila dalam evaluasi nantinya guru-guru tidak memenuhi kriteria guru berkualitas maka guru itu yang akan dirasionalisasi, “ujar Amiroeddin.

Terakhir ketika disinggung tentang target guru honorer yang akan dirasionalisasi dirinya menyebutkan bahwa tidak ada target untuk itu, “tidak ada target, kalau ada 2 ya 2 yang dirasionalisasi, ini masih tahap awal selanjutnya yang akan melakukan evaluasi adalah tim dari BKD yang akan turun meninjau langsung apakah guru honor ini layak atau tidak, kalau tidak layak baru dirasionalisasi, “tutup Amiroeddin. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *