KARLAHUT, Bukit Batu Tempat Proyek Sekat Kanal Dubes Norwegia dan UNDP Kunker

BBBENGKALIS —  Camat Bukit Batu, M Fadlul Wajdi menyambut baik dipilihnya Bukit Batu sebagai daerah yang dikunjungi dan dipantau oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK RI) dan Dubes Norwegia

Kunjungan Dubes Norwegia dan UNDP karena di kawasan tersebut terdapat pembuatan blocking canal yang dibiayai dari Pemerintah Norwegia yang administrasinya dilakukan UNDP dan diawasi oleh KLH. Untuk mengantisipasi dan menanggulangi musibah kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Bengkalis telah dibangun sekat kanal di sejumlah titik, diantaranya di Kecamatan Bukit Batu

“Hal ini tentu menjadi sebuah motivasi bagi seluruh elemen di Negeri Junjungan untuk bersama-sama dalam menanggulangi dan mencegah kebakaran lahan dan hutan, terlebih masalah ini, sudah diinteruksikan oleh Presiden RI, agar pada tahun ini tidak ada ditemukan karlahut di Indonesia,” kata Camat Bukit Batu, M Fadlul Wajdi di hadapan Dubes Norwegia

BB2Ia mengatakan, hingga saat ini upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Bengkalis sudah dilaksanakan dengan maksimal, baik itu yang dilakukan secara swadaya masyarakat, Pemda maupun langkah-langkah konkret oleh jajaran TNI/Polri.

“Butuh kerja sama dalam penanggulangan musibah kebakaran lahan dan hutan. Kita harus komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Bengkalis zero hot spot di masa mendatang,” kata Fadlul sembari menjelaskan Bukit Batu tahun ketahun telah mengalami penurunan karlahut

Sementara itu Mr. Christophe mengutarakan pertama kali ke Provinsi Riau, pada tahun lalu akan tetapi terkendala oleh kabut sehingga pesawat tidak bisa mendarat.

“Program UNDP di kampung jawa ini telah berhasil yang mana masyarakat kampung jawa juga sangat peduli dengan hutan dan lingkungan, saya senang sekali dapat hadir di jawa kampung” kata Cristophe yang membuat masyakat ketawa dengan membalikkan kata kampung Jawa menjadi Jawa Kampung

Mewakili Kedutaan Besar Norwegia Nita Murjani, keberhasilan terhadap pencegahan karlahut ini tidak cukup dari pemerintah, namun dari pihak swasta juga aparat penegak hukum harus ikut peran aktif terhadap karlahut ini.

“Itu semua kunci keberhasilan, bapak itu semua akan merasa hasilnya setelah tidak ada lagi karlahut yang terjadi, tentunya akan meningkatkan perekonomian masyakat setempat, dan saya mewakili pemerintah Norwegia sangat senang sekali atas kepedulian masyarakat terhadap karlahut” tutur Nita

Kegiatan tersebut diawali dengan memasang tanjak dan selendang adalah bentuk penghormatan dalam adat istiadat melayu dan tepuk tepung tawar adalah adat di negeri melayu sebagai simbol hormat terhadap tamu dan permohonan keselamatan diiringi dengan kompang yang menyemarakkan kunker (kunjungan kerja).

Hadir dalam kunker tersebut Mr. Cristophe Bahuet (Country Director UNDP Indonesia) dan Nita Murjani (Norway Embassy/peneasehat bidang kehutanan dan perubahan iklim kedutaan besar Norwegia) Roy Rahendra (project Manager Redd indonesia) Camat Bukit Batu M. Fadlul Wajdi, Lurah Sungai Pakning Acil Esyno, Manager RU II Sungai Pakning Pramono Avianto, sejumlah Kepala Desa, MPA sekecamatan Bukit Batu dan tamu undangan lainnya di RW O6 kampung jawa kelurahan Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. (ri)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *