Kasus DBD Semakin Tak Terkendali

dbdPEKANBARU– Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru terus meningkat. Hingga minggu ke-38 tahun 2016 ini jumlah penderita DBD sudah mencapai 793 kasus yang tersebar di 12 kecamatan.
Data yang dirilis Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, kasus terbanyak ada di Kecamatan Payung Sekaki dengan jumlah 126 kasus. Kecamatan Marpoyan Damai pun cukup banyak dengan 106 kasus.
Di kecamaran lain, seperti Tampan setidaknya ada 97 kasus, Bukit Raya 86 kasus, dan Rumbai Pesisir 71 titik. Kecamatan Rumbai terdapat 66 kasus, Sukajadi 60 kasus, Tenayan Raya 51 kasus, Limapuluh 43 kasus, Senapelan 39 kasus, Pekanbaru Kota 23 kasus, dan Sail 25 kasus.
“Keterbatasan kader, alat foging, dan obat yang menjadi kendala,” kata Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Helda S Munir kepada wartawan akhir pekan kemarin.
Sampai hari ini, yang terjadi merupakan kasus DBD tertinggi selama empat tahun terakhir. Tahun 2013 tercatat hanya 113 kasus, lalu meningkat di tahun 2014 menjadi 209. Kasus DBD terus bertambah menjadi 502 kasus di tahun 2015.
Tahun 2016 yang masih berjalan sembilan bulan, kasus DBD sudah mencapai 793 kasus. Melihat kondisi cuaca, kemungkinan kasus DBD masih bisa bertambah. Upaya Diskes mengurangi penyebaran DBD, kata Helda sudah dilakukan semaksimal mungkin. Tapi nyatanya, tahun 2016 ini rekor tertinggi penyebaran DBD.
“Keterbatasan kader dan luas wilayah Pekanbaru menjadi sedikit kendala bagi kami,” kata dia.
Permintaan masyarakat agar dilakukan fogging di wilayah pemukiman tidak bisa diakomodir secara keseluruhan. Keterbatasan alat dan obat untuk foging, menjadi alasan. Untuk itu ia mengimbau masyarakat juga menggalakkan 3M plus.
“Peran masyarakat juga penting dengan melakukan 3M plus. menguras, menutup, dan mengubur wadah atau tempat yang berpotensi sarang nyamuk,” imbuhnya. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *