Kasus Gelper Pemilik Masuk DPO, 16 Tersangka Dilimpahankan di Kejaksaan

gelperDUMAI– Kasus perjudian berkedok permainan anak di dua lokasi yakni, Lucky Zone dan Star Zone telah di gerebek oleh Bareskrim Mabes Polri pada bulan Agustus akhirnya masuk ke tahap dua, Pelimpahan dilakukan oleh penyidik dari Subdit III Dit Tipidum Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Agung.

PantauanĀ  para tersangka digelandang ke Ruang Seksi Pidana Umum Kejari Dumai. Mereka menjalani pemeriksaan awal oleh Jaksa Kejari Dumai. Setelah berkas perkara tersebut memasuki tahap II, di Kejaksaan Negri (kejari) Dumai kamis (13/10) kemarin.

Sebanyak 16 orang ditetapkan sebagai tersangka yang terdiri dari dua tempat gelanggang permainan Star Zone di Jalan Budi Kemuliaan dan Lucky Zone di Jalan Sultan Hasanudin.

Para tersangka yang dilimpahkan merupakan orang yang berperan dalam bisnis perjudian di dua arena permainan Kota Dumai. Tersangka yang berperan dalam aktifitas perjudian di Star Zone ada tujuh orang. 6 diantaranya merupakan wanita yakni SU, ST, MI, SL dan RI. Sedangkan dua lagi yakni GU dan WA. Untuk Star Zone 7 pria berinisial SY, SG, TO, HN, AS, BO, AP dan dua wanita EV dan CW.

GELPER3Saat dikonfirmasi, Jaksa Fungsional A. Tri. N Kajari Dumai, mengatakan ke 16orang tersangka dikenakan pasal 303 ayat 1 KUHP jo 55 di ancaman selama 9tahun penjara. Mereka terdiri dari 6 wanita dan 7 pria.

Dibalik 16 tersangka itu terdapat pemilik yang masuk daftar pencarian orang Inisial Y berperan sebagak pemilik gelper merupakan warga Negara Malaysia.

“Adapun barang bukti yang diserahkan ke kita berupa mesin, jumlah mesin di Lucky Zone ada 10 dan dua mesin babel, untuk Staf Zone jumlahnya hampir 30unit, jenis mesin ini seperti dua mesin babel, mesin kodok, 10 mesin ikan, mesin bola, ” terang A. Tri. N

Lanjut di sampaikan Tri, Mereka berperan memiliki peran, ada yang berperan sebagai kasir, penukaran koin, humas, pengelola, menejer, dan mereka melakukan tindak pidana perjudian, perkara ini sudah P21 dan sesuai prosedur. mereka semua dikenakan pasal 303 ayat 1 KUHP jo 55 di ancaman selama 9tahun penjara. “tambah nya.

Dijelaskan, memang kedua tempat permainan anak itu memiliki izin, namun izin yang mereka kantong adalah izin permainan anak yang dikeluarkan oleh Instansi terkait, tetapi dibalik aktifitas berkedok arena permainan anak itu terdapat tindak pidana perjudian dengan cara dan mekanisme yang ditentukan menejemen mereka.

Pada Saat pemeriksaan terlihat Tim Bareskrim, Kasat Reskrim Polres Dumai, dan Kasi Pidum Kejari, selanjutnya mereka melakukan pemeriksaan di dua tempat Arena permainan tersebut. Usia melakukan pemeriksaan, selanjutnya , ke 16 tersangka langsung di bawa ke dalam mobil tahanan Kejaksaan guna di titipan ke rumah tahan Dumai menanti Persidangan. “Minggu depan, Hari selasa akan kita limpahan ke persidangan,” tutup Tri.

Sebagai tambahan, Kasus ini merupakan operasi yang dilakukan Tim Bareskrim Mabes Polri pada bulan Agustus lalu, Pengungkapan tersebut sebelumnya kuat diduga terdapat aktifitas perjudian berkedok arena permainan anak.

Saat operasi pengerebekan itu dilakukan, mereka yang terjaring terlihat panik ketika Tim dari Bareskrim Mabes Polri menggerebek arena permainan. Bahkan ada yang mencoba kabur dari sergapan polisi.

Tim Bareskrim Mabes Polri bergerak cepat mengelandang seluruh orang yang terlibat di dua arena permainan saat operasi berlangsung, setelah diamankan, dan dibawa ke Mapolres Dumai dan langsung didata serta dimintai keterangan terkait keterlibatan mereka. Setelah mengamankan pengunjung dan pengelola, Tim Bareskrim Mabes Polri langsung menyegel kedua arena permainan tersebut.

Operasi penindakan dan Pengungkapan itu, sebelumnya merupakan rangkaian program 100 Hari Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian di Kota Dumai. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *