KEMBALI, Lanal dan Bea Cukai Gagalkan 2 Kapal Muatan Bawang Ilegal

bawangDUMAI- Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai dan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun kembali berhasil mengagalkan penyeludupan sebanyak 14 ton bawangmerah ilegal asal Malaysia diangkut dengan KM Ho Tanjung Beng diperairan Banten Air, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (5/12) kemarin.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Muhammad Risahdi, M. Si (Han) mengatakan penangkapan tersebut membuktikan keseriusan kita bersama dalam memberantas penyelundupan.

Dari hasil informasi intelijen diperoleh keterangan akan adanya kapal membawa muatan bawang merah ilegal yang akan masuk melalui Perairan Bengkalis, sehingga Pat Combat dan kapal patroli Bea Cukai (BC 2004) yang sedang melaksanakan patroli bersama di perairan tersebut segera menindak lanjuti info tersebut.

Sekitar pukul 18.30 Wib Pat Combat melaksanakan penghentian dan pemeriksaan terhadap KM Ho Tjung Beng yang sedang melintas di Perairan Bantan Air, hasil pemeriksaan didapatkan kapal bermuatan sekitar 14 ton bawang yang diduga ilegal dengan ABK 3 orang yaitu AG, HE dan JU. “Pengakuan ketiga ABK tersebut, diperoleh informasi bahwa pemilik kapal dan muatan atas nama Aghuan,” ungkap Kolonel Risahdi. Selasa (06/12) kemarin.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, selanjutnya kapal beserta muatan dan ABK kemudian dikawal menuju Pos Angkatan Laut (Posal) Bengkalis untuk diproses lebih lanjut,” pungkas Danlanal.

Berkisar beberapa jam kemudian, kapal patroli Pat Bengkalis Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai kembali mengamankan kapal tanpa nama yang membawa 5 ton bawang merah impor diduga ilegal asal Malaysia yang masuk ke Dumai di Perairan Pulau Mampu, Selat Rupat, Riau. Senin (5/12).

Penangkapan bermula, “sekitar pukul 17.00 Wib Pat Bengkalis yang sedang melaksanakan patroli di daerah Perairan Dumai menemukan kapal sedang kandas di dekat Pulau Mampu, selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan oleh anggota tim patroli. “kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Muhammad Risahdi, M. Si (Han)

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kapal tanpa nama bermuatan 5 ton bawang merah dan tanpa anak buah kapal (ABK) serta tidak adanya dokumen – dokumen yang resmi. Kemungkinan ABK meninggalkan kapal setelah kandas dan melihat ada kapal patroli yang sedang melintas melaksanakan operasi diperairan tersebut.

Selanjutnya oleh patroli Lanal Dumai kapal dikawal menuju ke Pos Angkatan Laut Sungai Dumai untuk dilaksanakan proses lebih lanjut. “Selaku aparat penegak hukum di laut kita akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran, baik itu berupa penyelundupan bawang atau barang terlarang lainnya,” tegas Kolonel Risahdi.

Lanjutnya, “bagi yang merasa memiliki kapal dan muatan bawang tersebut dihimbau untuk mendatangi Markas Lanal Dumai dengan membawa dokumen kepemilikan yang resmi serta nakhoda kapal. Pihak Lanal akan menunggu pemilik kapal dan muatan bawang merah tersebut hingga 30 hari ke depan, lebih dari itu barang bukti bakal diserahkan ke instansi berwenang untuk proses lebih lanjut,” tutup Danlanal. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *