KENAPA! Anak Buah Prabowo Kecam Pernyataan Konglomerat Sukanto Tanoto

Heri_GunawanJAKARTA – Taipan Sukanto Tanoto dinilai melukai bangsa Indonesia dengan pernyataanya dalam sebuah video yang tersebar luas melalui situs Youtube. Dalam tayangan berjudul RGE Chairman Sukanto Tanoto shares his story itu, dia menyebut Indonesia sebagai bapak angkat dan Tiongkok bapak kandung.

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengatakan, Sukanto lahir, besar, menikah dan diberi “karpet merah” oleh pemerintah untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia hingga sekarang bisa jadi konglomerat. “Pernyataan Sukanto itu tentu sangat melukai hati bangsa Indonesia. Indonesia bisa merdeka lewat perjuangan dan hujan air mata para pahlawan,” kata Heri di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (29/8).

Bahkan lanjut politikus Partai Gerindra ini, banyak pahlawan yang tidak sempat menikmati kemerdekaan. Sementara Sukanto Tanoto tinggal menikmati hasil kemerdekaan Indonesia tanpa pernah angkat senjata melawan penjajah.

“Dia tidak perlu banyak ngomong. Kalau merasa bangsa Indonesia maka sebaiknya dukung Indonesia dong. Kan kayanya di Indonesia, kenapa harus ngomong Indonesia bapak angkat seperti itu?” tanya Heri.

Di saat perekonomian yang lesu beberapa tahun terakhir, sambung wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat IV itu, seharusnya Sukanto berpihak ke Indonesia.

Menurut Heri, berdasarkan ucapan Sukanto tersebut, patut diduga ia juga menyimpan kekayaan di Tiongkok. Melalui Tax amnesty, Kementerian Keuangan dia harapkan bisa memaksa Sukanto segera memindahkan kekayaannya ke dalam negeri.

“Dia itu kan hanya oknum. Tidak semua pengusaha keturunan berpandangan seperti itu. Masih banyak warga keturunan dan konglomerat yang rasa nasionalisme dan kecintaannya pada Indonesia yang baik. Jangan sampai kerukunan yang telah terjaga, hancur karena Sukanto. Masih banyak kok warga keturunan China yang baik dan mau membangun bangsa ini,” pungkasnya.(fas/jpnn)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *