Komnas HAM Klarifikasi Ada 205 KK Berdomisili dan Berkebun di GSK

bios fer siakSIAK– Terkait pembahasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (GSK), Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Siti Nur Laila berkunjung ke Kabupaten Siak, sekaligus menggelar rapat, Jumat (19/8) di Ruang Zamrud Room.

Sayangnya, dalam rapat yang berlangsung selama hampir dua jam itu, awak media tidak dapat mengikuti pelaksanaan rapat alias tertutup. Dalam rapat itu turut hadir Kapolres Siak, Dandim 0303, Asisten I, BKSDA Provinsi dan sejumlah pihak terkait.

Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI Siti Nur Laila usai rapat mengatakan, kedatangan Komnas HAM ke Kabupaten Siak atas laporan masyarakat yang diduga berada di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.

“Dalam rapat ini kita meminta klarifikasi dari Pemerintah Daerah dan Kementrian dan rencana yang dilakukan untuk mengembalikan dan menyelamatkan kawasan GSK,” ucap Siti Nur Laili

Menurutnya, ada sekitar 205 KK yang berdomisili dan berkebun diduga masuk dalam kawasan tersebut, untuk memastikan atas laporan masyarakat yang berdomisili di kampung 40 kepada Komnas HAM dan juga hasil klarifikssi pemkab dan jajaran akan dilakukan langkah-langkah secara bersama dalam semangat pengembalian cagar biosfer yang sangat berpengaruh dalam pengembalian ekosistem.

“Kita juga mendukung dan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang baik dan sehat, itu juga bagian dari hak yang dijamin dalam undang undang nomor 39 tahun 99 tentang atas hak lingkungan yang sehat,” urai Siti.

Karena ada permintaan dari masyarakat lanjut Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, untuk mengetahui mereka (Masyarakat Kampung 40, red) berada dikawasan Cagar Biosfer atau tidak, diambil langkah yaitu diusulkan dan disepakati untuk dilakukan mengukur titik koordinat dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang meliputi 2 Kabupaten yaitu Siak dan Bengkalis.

Disinggung waktu rencana pengukuran yang akan dilakukan, Siti Nur Laila belum dapat menjelaskan secara pasti waktu akan dilakukan pengukuran”Belum dapat kita pastikan, karena masing pihak akan berkoordinasi dengan lembaganya masing-masing,” tutupnya. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *