Kuliner Sagu, Meranti Raih Dua Penghargaan Rekor MURI

sagu11PEKANBARU — Usaha dari ahli masak kuliner Sagu Kabupaten Kepulauan Meranti tidak sia-sia, ratusan makanan berbahan dasar Sagu yang diciptakan oleh ibu-ibu dari 9 Kecamatan Se-Kabupaten Meranti, berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kategori Makanan Terbanyak dari Bahan Baku Sagu dengan nomor register No. 7668/R.MURI/X/2016, penyerahan piagam langsung dilakukan oleh perwakilan MURI dalam acara Riau Food Festival 2016, dihalaman kantor Gubernur Riau, Selasa (25/10).

sagu22Sikatakan pihak MURI, tim penilai telah berhasil mencatat kejadian luar biasa yang sifatnya superlative atas cipta kreasi makanan berbahan dasar Sagu. Dari hasil penghitungan pihak MURI tercatat 369 makanan dan minuman berhasil diciptakan jumlah ini lebih banyak dari usulan sebelumnya yakni 350 varian makanan berbahan dasar Sagu.

Dengan begitu, varian makanan yang diciptakan oleh 70 perwakilan masyarakat di 9 Kecamatan Se-Kabupaten Meranti ditambah dengan varian olahan Sagu yang dicibtakan oleh Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia menciptakan sebanyak 369 jenis Makanan dan berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang dibuat di Kabupaten Buru dengan jumlah makanan olahan Sagu sebanyak 308 jenis.

“MURI mencatat suatu karya yang luar biasa kategori makanan yang berada di Provinsi Riau, kami menilai kini Sagu telah diolah dan diperkaya dengan berbagai kreasi dan jenis makanan, kami mencatat 369 makanan berbahan dasar Sagu telah berhasil diciptakan dan kami menganugrahkan Rekor MURI,” ujar Awan Rahargo Selaku Senior Manager MURI.

Piagam MURI diserahkan langsung oleh perwakilan MURI Awan Rahargo kepada Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim. Piagam dengan nomor yang sama juga diserahkan kepada Pemprov Riau, Serta pihak APJI.

Pada kesempatan yang sama Bupati H. Irwan dan Wakil Bupati H. Said Hasyim juga menerima penghargaan Pembina Ketahanan Pangan dari Gubernur Riau yang diserahkan oleh Gubri H. Arsyadjuliandi Rachman dan diterima oleh Wakil Bupati H. Said Hasyim.

Apa yang diraih oleh Kabupaten Meranti tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Riau, ia berharap apa yang telah diupayakan oleh Pemkab. Meranti dalam mengembangkan potensi Sagu sebagai bahan pokok alternatif Nasional dapat mewujudkan kemandirian pangan daerah.

Dijelaskan Gubri, Riau khususnya Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satundaerah penghasil Sagu terbesar di dunia, namun sayang Riau hanya mampu menyerap 10 persen produksi Sagu. Untuk itu ia berharap instansi terkait ditingkat pusat dapat membantu untuk mendirikan perusahaan yang mampu mengolah turunan Sagu.

Pemprov Riau sendiri, seperti dikatakan Gubri akan terus mempromosikan Sagu ditingkat Nasional dan Internasional. Yang dimulai dengan membiasakan masyarakat di Riau untuk mengkonsumsi Sagu lewat program sehari dalam seminggu makan Sagu. Melalui progam itu diharapkan Sagu mampu menjadi Alternatif makanan pokok masyarakat di Riau yang sudah terbiasa mengkonsumsi beras. Jika program itu berjalan akan menghemat konsumsi beras 2000 Ton/Hari. “Jika dalam sebulan 4 hari masyarakat mengkonsumsi Sagu maka sebanyak 8000 Ton beras dapat dihemat,” papar Gubri.

Promosi Sagu ini dijelaskan Gubri, juga sesuai anjuran Presiden RI Ir. Joko Widodo. “Presiden juga menganjurkan setiap Provinsi memilih satu potensinya, Riau sendiri mengunggulkan sektor Pariwisata berbasis Budaya dan olahan Sagu kita jadikan kuliner pendukungnya,” jelas Gubri yang menilai Sagu merupakan potensi perkebunan khas Riau yang jarang dimiliki daerah lainnya di Indonesia. (rls/*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *